Life is Wonderfull
It takes a thought to make a word
And it takes some words to make an action
It takes some work to make it work
It takes some good to make it hurt
It takes some bad for satisfaction
It takes a night to make it dawn
And it takes a day to make you yawn brother
And it takes some old to make you young
It takes some cold to know the sun
It takes the one to have the other
And it takes no time to fall in love
But it takes you years to know what love is
It takes some fears to make you trust
It takes those tears to make it rust
It takes the dust to have it polished
It takes some silence to make sound
It takes a loss before you found it
And it takes a road to go nowhere
It takes a toll to make you care
It takes a hole to make a mountain
Waktu saya kecil pertama kali saya mengenal namanya perpisahan waktu saya pindahan rumah, dulu rumah saya didaerah kampung melayu, dari ujung gang ke ujung gang yang lain, semua itu teman saya, teman saya tertawa, teman sama2 cemong sambil disuapin sama mama, teman main masak2an, bahkan teman akting suami istri, waktu pindah kata mama masih sama2 di Jakarta, nanti kita main2 lagi kesini.
Setahun pertama, kita masih sering bermain bersama, lalu sekolah pindah ke dekat rumah baru, sampai tiba2 entah mengapa saya tidak pernah pergi kesana lagi, tidak pernah bermain dengan teman kecil saya lagi, saya lupa muka suami pura2 saya, saat mama cerita teman kecil saya cowok yang sudah punya anak, saya ketawa2 kecil sendiri membayangkan pria kemayu yang suka sekali koprol kalau main karet, sekarang sudah jadi ayah.
Itulah pelajaran saya atas arti kata "perpisahan", bukan karena yang satu meninggal baru dikatakan berpisah, tetapi saat seseorang yang semula menjadi bagian dari keseharian kita pelan2 menjauh dan berubah menjadi orang yang asing yang kita sebut bekas, bekas teman sekolah, bekas pacar, bekas tetangga, bekas teman kantor.
Ini kantor pertama saya, dimana saya seringkali mengalami perpisahan, dari teman baik menjadi bekas teman kantor, semua orang berubah, tidak ada satupun tetap sama seperti dulu, teman saya yang saya biasa ketawa dan ngobrol bareng sama-sama sekarang paling banter tau kerja dimana sekarang, kenapa sudah nggak dekat lagi mudah saja, karena mereka sudah tidak tahu apa yang kita lewati setiap hari, dan kita tidak tahu lagi persoalan hidup mereka, tidak seperti waktu kerja bareng, yang terbiasa intip mengintip antar cubicle, dengan suara toa teriak2 gosip dari ujung ke ujung kedengeran, sebel sama bos yang sama, sebel sama klien yang sama, lembur deadline cemberut dari ujung ke ujung, rebutan makanan sisa miss tompel bak anak kelaparan di somalia, bonding yang tidak mungkin bisa tetap sama saat kita sudah berpindah kantor. Semua mantan temen kantor saya turn out to be a very different. Bukan berubah ke arah buruk, cuma mereka memang bertumbuh menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya.
Saya jadi ingat tahun pertama saya di accounting service, dimana galakan saya daripada orang ini, kalau saya lagi kesel ada reviewan saya balikin aja lagi ke dia, berdua merenungi klien Oon-Sekuritis ampe saya tipes dan disentri, diturunin metromini di pejaten jalan kaki sampai gempor karena sama2 pelit, teleponan sama anaknya klo lembur sama2 "Tita tita udah tidur belommmm.....'" embat pisang coklat buatan istri si babe yang enak, sampe ngamuk2 karena rekonsiliasi salah siapa yang jadi pusing siapa, sampai akhirnya saya jadi auditor permanen kita jadi jarang main lagi ya. Selain saya ngambek berat ama si babe karena ngeluh saya cuti padahal kerjaan banyak, tapi nggak ngomong langsung sama saya. Tapi saya nggak benci kok, cuma senewen aja ampe menahun.....Ahahahaha....
Tiba2 kenangan yang lucu2 lagi main2 di kepala saya, orang per orang yang pernah jadi temen kantor saya, saya jadi inget2 waktu di MIK, waktu saya pertama kali ketemu sama satu2 dari kalian, ketawa-ketawanya, waktu lembur sampai nginep, persis kayak tahun lalu pas anak2 lagi rame2nya pada resign. Setiap ada yang resign pasti kenangan yang sama main2 di kepala saya.
But in the end, saya selalu inget kalian yang baik2nya kok, meski sekarang susah kalau mau kumpulin biar main bareng lagi, tapi saya sayang kalian semua ya, always bring you all in my prayer supaya pada sukses dan bahagia selalu.
Permintaan saya cuma satu, kalau kalian sudah resign, nggak perlu panas2in tentang kantor kalian yang lebih bagus di segala aspek, atau jelek2in kantor kalian yang lama terus panas2in suruh resign padahal kalian cariin saya kerjaan aja nggak bisa, saya udah damprat satu orang gara2 hal ginian, nggak dewasa. After all, setiap tempat pasti ada sisi positif dan negatif sendiri,you too learned something and grow to be a better person part of learning in this office juga kan.
Caused everything happen for a reason, if you get a change take it, if it changes your life let it, nobody said it will be easy, they just promised it would be worthed.....
-anonim-
Terima kasih sudah jadi bagian hidup saya ya pak, dan mengajari saya banyak hal baik secara langsung maupun secara tidak langsung, always wish you all the best. Cheerssss......