Eh dua deh sama jadi pembicara, pdhl dulu banyak yg udh dorong saya cobain jd pembicara, tp entah mengapa klo ngmg presentasi didepan sy nervous, dan saya selalu menghindari hal2 yg tidak enakin hati....hehehe curse me but I loved my comfort zone....
Jadi pas saya jadi materi acara osis sma se jawa bali dulu itu yah saya belajar sesuatu, hal paling penting dari seorang manusia adalah harga diri, dan status sebagai ketua osis, nggak cm popularitas yg makin naik, tp juga harga diri.
Saya bikin permainan nih, itu acara 3 hari kalau nggak salah, hari pertama saya evaluasi sy bilang gini sama ketua timnya, tentuin satu orang yg menurut kalian paling lemah, tulis di kertas dan kumpulin, ketuanya ditarik keluar kelompok nggak bs diskusi2 apalagi maaf2an (kenapa sih orang takut banget dibenci ya hehhehe) lalu nulislah mereka, dan tahu apa, nama2 itu diumumin di muka khalayak ramai, muka yg dibilang malu tentu saja, yg nulis nama jg keliatan nggak enakan, dan tahap selanjutnya makin ngagetin orang yg dianggap ketua tim hati pertama paling lemah saya jadiin ketua tim untuk besok.
Apa rasanya orang yang merasa lebih dari orang eh malah harus jadi bawahan dan apa efeknya buat orang yg dipermalukan karena dianggap nggak credible dikasih kepercayaan buat mimpin orang2 yg bilang dia nggak credible? Nanti saya ceritain evaluasinya di terakhir tulisan ini ya.
Hari kedua kita evaluasi tarik ketua lagi, sok2 nanya ayo tulis siapa yang terlemah, karena ketua2 ini tau rasanya dipermalukan kali ya mereka bilang ah kak nggak mau ah semua udh usaha kok, terus kita bilang oke kalau gitu tulis satu orang paling unggul di kelompok kalian.
Diumumin deh tuh si paling favorit ketua tim, berdiri dengan bangga terus saya bilang, oke then yg dipilih ama ketua tim tolong keluar dr kelompoknya pindah ke kelompok yg kita pilih.
Si populer harus pindah ke tempat yang bahkan no clue apa bagusnya dia, plus mimpin orang2 yang barely just know them. Di hari terakhir pula....betapa basinya dunia ini....wkwkwkwkw.....
Pas evaluasi harian protes ada bertubi-tubi, tp kakak yang ini paling jago menjatuhkan mental kalian saudara2, meski kakak yg ini dicalonkan jd ketua osis pun nggak pernah, dan bukan anak populer jaman sma tp saya tahu, betapa hebatnya ego manusia, karena saya juga ego yang sama....hahahahahaha....
Waktu evaluasi terakhir saya nanya ama yg pernah ditulis jd terlemah apa perasaannya, malu semua sih rata2 ada yang marah2, terus saya tanya makin pengen buktikan nggak kamu nggak sejelek anggapan orang sama kamu, pengen nunjukin nggak sama orang yg blg kamu lemah bahwa kamu bisa memimpin jauh lebih baik dari dia.
Rata2 angguk2.
Terus nanya ama si mr populer, apa rasanya dibilang orang yg paling bagus malah kalian yg didepak dr tim?
Rata2 ngmg kesel, mesti kenalan lg, mesti adaptasi lg, endebre endebre....
Trus saya bilang, apa susahnya mimpin orang yg udah keburu suka dengan gaya kepimpinan kalian, udh hapal baik buruknya kalian, jd pemimpin harus mampu keluar jd zona nyaman, berani mimpin orang2 yg asing, nggak cuma mau aman dengan orang2 yg udh kalian kenal, ada saatnya kan kalian harus mimpin orang yg bahkan nggak bisa kalian baca pikirannya.
Tapi semakin saya gede, hal ini memang susah loeh diterapkan, every single of human think they more In every single aspect than others, mungkin tidak sombongin harta atau karier, tp saat temen curhat lu akan merasa pola pikir lu paling bener, saat kerja dan ada gontokan sama rekan kerja lu akan merasa mereka tidak punya solusi sehebat solusi yg lu punya, saat satu orang punya prioritas berbeda dgn list prioritas hidup kita, lu akan berkata dasar cita2 rendah banget.
Saya pikir orang yg akan mencapai posisi tinggi di hidupnya adalah orang yang kuat beradaptasi, saat dia direndahkan orang instead ngasihani diri sendiri dia malah bekerja lebih keras, saat dia udh menguasai banyak hal di satu tempat dia berani alih kemudi memulai sesuatu yang baru yang lebih menantang, dan paling penting pada saat dia diatas dia bs menghargai orang lain yang sudah bekerja untuk dia. That a great self leadership.
Semua orang mengangguk-angguk denger teori saya, tp sampai saat ini saya pun masih susah menjalani teori2 yang sudah saya ketahui dari dulu, beneran pindah jalur dr auditor jd pengusaha penitipan anak mengerikan, dealing with people yg pola pikirnya berbeda masih bikin saya nggak suka bergaul sama tu orang, atau ini memiliki kerendahan hati untuk mau dikasih tahu, ngalah, atau sekedar minta maaf aja masih nggak ada di kamus saya. Hihihi....
Dunia ini isinya cuma permainan psikologis, seberapa kuat kita menghadapi ketidak sukaan orang2 sama kita, kenyataan bahwa orang yg belum tentu lebih dari kita punya rejeki yang lebih baik dari kita, dan bagaimana kita bisa beradaptasi dengan banyak hal baru yang akan menghampiri hidup kita cepat atau lambat.
Deal with it if you want to be great, can handle it you gonna get those thing called mental disorder and stop loving your life.
Leadership is a big thing, let's see can I handle it? And you, do you thing you can do better than me? Bring it on then....hehehehehe.....

















