Ngenes

Hari ini senior pergi entah kemana, sampai malem nggak ada komando besok lembur atau nggak.

Udah seneng langsung mau beberes nginep di rumah anya, biar bisa main dusel2an anter bayi2 ke sekolah, trus sarapan sekitar sekolah, beli kue ulang tahun yang tertunda, lalu makan2 sama orang rumah.

Walau terlambat 5 hari, nggak apalah ya, dari kecil pasti ada tiup lilin, atau setidaknya ayam tengkurep khasnya si mama.

Sampai kemudian 10.10 dapet komando suruh lembur....

Ngomong sama mama, yah ma lembur gagal deh besok, dan mama melengos ya udahlah kagak usah diraya-rayain udah tua juga, tp gua yakin dia udah beli ayam buat bikin ayam tengkurep....

Kakak juga, ish nggak seru banget ren jadi sama sekali nggak ada makan-makan....

Yak maklum keluarga gentong, klo acara makan-makan gagal semua langsung kecewa....

Di kantor juga nggak dikasih kue, soalnya nggak ngaku juga mau ulang tahun, dan dan aku malu kalo umur adli ketauan kan orang2 tauknya gua anak angkatan 2007 klo nanti ketauan aku berumur 27 nanti semua komentar lalu aku dibilang tua, trus pada kasian.....*iye gua insecure mau gimana lagi*

Taun lalu gua tiup lilin sampai 5 kali, kue gua ada banyak, makan2nya apalagi, setahun kemudian bahkan lilin sebatang aja nggak ada yang gua tiup....

Masih untung orang-orang tersayang banyak yang ucapin jam 12 malam, ya udahlah ya ren, yang penting sehat-sehat udah sukur, nanti sapa tau taon depan rayain ultah di santorini, nggak ada yang tahu kan....

Huaaaaaaa kerjaan dirimu kapan abisnya sih ini......
READ MORE - Ngenes

3 Little Bird

"Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right.
Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right!"

Hanya sedikit orang tua kali ya yang meski anaknya pulang pagi sampe matanya bengep tiap di foto dan berkantong berkata:

"Nang berapa lama lagi kamu bisa bikin kantor sendiri"

Huahahahaha klo kata mereka, when you comeback, because you love this job lah, I know you not type chase money and prestige....

Seharian keram perut sampai tak pergi ke kantor, ntah karena beneran sakit entah mendadak gua stress, gimana kagak mau stress, visa on the way, progress is far from done, report must be on the way, my leave suddenly chaos.....lalu diriku pun stress dan menangis seharian.....

Sampai kemudian setelah bergelumg di kamar papa, dgn posisi meringkuk dan nungging karena rasanya perut buncit ini mau copot, papa pulang dan berkata

"Nang papa udah nanya hard disk di ambasador, harganya sejuta nang, papa telponin kamu kamunya nggak angkat, eh2 kamu sakit perut udah ke dokter sakit perut terus"

"bukan diare pa, ini penyakit perempuan, ish mahal amat sih yang murah-murah aja"

"Katanya bisa muat banyak, cocok buat auditor nang, jadi kamu cukup pake itu nggak usah bawa2 laptop, terus bisa kerja dari rumah nggak usah lembur di kantor, mau nang kata abangnya klo cocok langsung ambil nih papa besok"

Hihi, jadi ceritanya saya kesel abis beli hard disk rusak kan, jadi karena papa saya berdosa saya tanya kapan tanggal lahir saya, saya mengamuklah ke papa saya terus menghukum dia mesti kasih kado. Terus terjadi perkataan

"Nang papa kasih duit ya nang, papa nggak ngerti"
"eh pa ngerti nggak kenapa orang seneng klo dikasih kado, krn beli kado tuh butuh effort, yg beli mesti mikir yang ultah sukanya apa, terus harus keliling cari yang bagus, terus abis itu mesti bungkus, kasih, trus surprise, klo uang doang sih aku juga punya"

Dan papa saya, yang paling anti ke pusat perbelanjaan, jalan kaki nyebrang dari kantornya ke ambadador buat cari kado saya, tapi karena kayaknya papa saya gampang ditipu soal harga , I must have to ask my sister to buy those gift for me kayaknya.

Klo liat mama papa sehat dan seneng banget gua balik jadi auditor, dan terus berakting like non stop cheerleader, mendadak rasanya kembali bersemangat.

Mungkin klo fokusnya senengin orang tua dan 101 caranya, diri ini jd lbh terpacu bekerja.

Yes this is God message to me....
READ MORE - 3 Little Bird

A Fighter

Kemaren baca blog bagus banget isinya tentang perempuan yang hebat banget yang meski akhirnya kalah sama kanker paru2 yang menjangkitinya, tapi dia adalah contoh nyata dari orang yang berjuang sampai titik darah penghabisan....

Semakin sering saya mengeluh, semakin buruk saya melihat kehidupan. Mau supaya hidup lebih mudah, kuncinya gampang, berhentilah mengeluh.

Gampang buat ditulis, gampang buat diucapkan ke orang lain, susah buat direalisasikan ke diri sendiri.

Satu2nya orang yang saya nggak enak buat jadikan tempat mengeluh adalah orang tua saya. Kenapa karena mereka yang paling tertekan setiap saya mengeluh. Hey it's a habit, klo waktu kecil kan kebiasaan ada yang jahatin atau berantem sama kakak cari mama atau papa dan berkata "pa ma tuh si anu nakal" trus mama saya bawa sapu ijuk dan gebuk yang bersangkutan lalu bilang "jangan macem2 ya sama anak saya"

Saya pikir hidup akan terus begitu, hahahaha sampai suatu hari dengan mata sembab pulang ke rumah karena kecapean papa bilang "Maaf ya nang papa bukan orang kaya, makanya kamu harus kerja capek banget begini buat cari duit"

Saya nyosss banget dan malu, apa papa saya pernah mengeluh bekerja hampir 50 tahun demi anak-anaknya? Masa di masa tua saya bikin papa saya merasa dirinya bekerja kurang keras demi anak-anaknya.

Karena teman-teman saya pun nggak begitu masuk akal saya masuk kantor ini lagi, dan saya malu dulu nampak napsu banget kepengen masuk kantor tapi kok ya gampang mengeluh.

Tapi gimana saya nggak mau mengeluh, kalau baik klien sama sekali nggak kooperatif, trus setiap hari lembur buat pekerjaan yang bukan job desk saya, yang paling parah, kenapa kok orang-orang pada mood swing dilampiaskan caranya nggak enakin.

Saya tahu kok mereka juga capek, saya tahu kok mereka juga ngantuk, saya tahu kok mereka juga punya keluarga. Tapi mereka inget nggak sih kalau saya juga punya.

Hari demi hari, nilai-nilai yang dipegang teguh, hari demi hari, macam jatuh berguguran meski udah saya dekap erat-erat.
Semua doa dijawab lain sama Tuhan.
Semua pekerjaan tampak sia2.

Tapi pas baca soal madame butterfly, saya ngomong ke diri sendiri, ngomong itu gampang, menginginkan perubahan itu ada di semua orang, tapi hanya yang bertahan dan berjuang yang pada akhirnya berhasil. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah malah memperburuk masalah, dan "kompromi" nggak akan membuat kita mati.

Dan kemarin pas saya ulang tahun saya dikabarin kabar kurang membahagiakan. Tahu nggak rasanya naksir barang tiba2 besok pas mau beli mendadak barangnya hilang dr peredaran.

Sungguh deh perpaduan capek, putus asa itu memang luar biasa, you suddenly pointing at God and blame all the problem that happen to you is happen coz his fault....

Tapi kemudian saya berpikir, dan ini saya tulis di twitter "Di dunia ini tidak ada yang namanya harapan palsu, kenyataan yang pahit membuat kita belajar untuk menjadi orang yang lebih baik"

Saya yakin kok, saya selalu bisa memetik hal baik dari semua hal buruk yang saya alami. Entah gimana caranya, saya mau jadi manusia yang benar-benar berjuang sampai titik darah penghabisan, sampai mama papa saya lihat kalau saya nggak kalah sama air mata, sampai teman2 saua lihat saya nggak kalah sama ego saya, sampai Tuhan lihat saya tetap setia seburuk apapun orang memperlakukan saya.

Cuma Tuhan saya kangen dikelilingin orang yang baik sama saya, yang perduli sama perasaan saya seperti saya kadang terlalu perduli sama perasaan orang lain, saya mungkin judes tapi nggak pernah sekalipun saya berkata kasar sampai maki2 orang berlebihan.

I really don't wanna sweat with small thing, my dream is bigger to beat by those people. The cold hearted people feeding their ego with money they make and prestige they chase.
I won't be like that, not now, and not for forever.

I will figt to be a girl that always nice to everyone and always think positive about others, no matter how bad they treat me I won't let them make me treat people the way they treat me because my heart become bitter.

Walau semua orang ngatain saya di idealis yang bego, tapi saya yakin semua nilai baik yang saya pegang nggak salah, dan nggak akan pernah salah.

Kalaupun akhirnya saya kalah sama keadaan, setidaknya saya tidak menyesal karena tidak berjuang sampai titik darah penghabisan. Just like madame butterfly....

READ MORE - A Fighter

#GrafoParty

Kemarin ini sempat liat akun yang menawarkan analisa sifat dan kepribadian lewat tulisan tangan.

Buru2 langsung nulis berhubung warnet pada tutup terpaksa deh cuma di twitpic ke yang bersangkutan buat ditelaah, dan rasanya merepet banget loeh nih hasil analisanya ya....

Pada dasarnya subjek merupakan individu yang dapat diandalkan, teratur, bekerja secara terstruktur, responsif serta memiliki tujuan tetap dan pasti. Meski dalam beberapa hal, subjek kurang perencanaan dan kurang komunikatif.

Di dalam lingkungannya, subjek cenderung bergantung pada orang lain saat akan melakukan keputusan. Subjek sangat terbuka dalam menerima saran-saran yang diberikan pada subjek, Hal ini membuat subjek tampak, kurang berani mengambil resiko dalam mengambil keputusan sendiri.

Dalam pekerjaan, subjek memiliki kemampuan konsentrasi yang baik dan tekun, hal ini yang membuat subjek mampu bekerja meski di bawah tekanan. Subjek juga mampun menerima saran-saran yang berkaitan dengan pekerjaan namun tetap berhati-hati dalam menjalankannya.

Subjek memiliki kepercayaan diri serta kemampuan sosialisasi yang cukup baik. Subjek juga rendah hati, hal ini mendukung kemampuan subjek dalam bersosialisasi. Namun, subjek memiliki ide yang kurang terarah. Subjek juga kurang memiliki ambisi, hal ini mungkin dikarenakan subjek yang cenderung taat pada peraturan.

Dalam pandangan terhadap sex dan materi, subjek merupakan pribadi yang penyayang, lembut dan penuh kasih. Meski pun belum cukup dewasa dalam emosi.

Gimana - gimana, menurut gua sih ya, banyak benernya.....hihi sayang karena kurang jelas, analisanya juga nggak bisa lengkap, tapi syukur-syukur udah dibikinin ya....

Thats why I love follow stranger in twitter banyak sekali faedahnya....Terimakasih ya @_____Ay
READ MORE - #GrafoParty

Dua Puluh Tujuh

Dulu umur 17 rasanya seneng udah nggak jadi anak-anak

Dulu umur 23 pas baru-baru lulus mikirnya bentar lagi bisa punya banyak uang karena udah punya kerjaan, bisa pacaran pake uang sendiri, bisa bebas kemana aja....

Mendadak udah 27 eh masih aja jadi junior, masih aja belum kawin apalagi punya anak, dan sampai detik2 terakhir masih aja berkutat sama remeasurement sambil garuk2 kepala dan bibir monyong-monyong karena senewen.....

But after all, Terima Kasih ya Tuhan, buat semuanya, buat keluarga, buat teman-teman, buat pekerjaan, buat semua rejeki yang dikasih mau yang terasa manis atau terasa pahit.
Mudah2an bisa jadi anak yang lebih dewasa, bisa cepet senengin mama papa, dan paling penting selalu jadi kebanggannya Tuhan.

And with this post I announce you, start now I'm gonna be always forever 20....

*tiup lilin virtual* *tarik selimut* *Happy birthday to me*
READ MORE - Dua Puluh Tujuh

Belajar dari Pengalaman

Semua orang harus belajar dari pengalaman, dan ini kembali bukan mejelek-jelekkan tapi lebih kepada berbagi pengalaman....

Berbekal dari bertanya ke teman yang mau berangkat honeymoon ke kota yang sama dengan tujuan saya pergi, saya tanya urus visa dimana, dia jawab dwidaya tour.

Oke saya pikir kalau ada satu orang kenalan sudah pernah pakai dan puas, saya berpikir itu akan berlaku untuk semua orang. Ternyata saya salah besar. Salah besar sekali.....

Jadi karena kakak saya juga ada urusan buat visa untuk ke negara yang sama juga dengan saya, saya masukan semua data-data saya di tanggal 6 agustus 2012, karena ada form yang belum lengkap maka tanggal 7 saya lengkapi. Oke kalau dari jangka waktu paling buruk berarti tanggal 8 Agustus harusnya sudah bisa mulai diurus.

Kakak saya, karena ada permasalah di ktpnya dimana ktpnya ternyata susah expired satu tahun, tertunda jadi menyusul lagi 3/4 hari kemudian setelah saya. Tanggal 18 Agustus visa kakak saya sudah keluar, saya tenang dong, kan saya apply sebelum kakak saya. Dan lagi2 saya salah besar.

Teman saya yang kebetulan mengurus di dwidaya tour pacific place, hari ini menelepon saya untuk minta tolong menanyakan progress pengajuan visa.

Waktu saya pergi kesana, orang travel begitu saya menyebut nama teman saya, langsung tahu dengan jelas visa untuk ke negara mana, dan bilang lagi progress ke negara kedua nanti kalau sudah jadi akan segera kami hubungi.

Iseng2 ikutan telepon nanya progress visa saya, yang saya kira paling lama minggu depan mungkin sudah selesai. Yang lagi2 ternyata salah besar.

Pertama kali menelepon, saya menyebutkan nama dan negara yang saya mau urus visanya, menceloslah hati saya pada saat si peneriman telepon berkata

"Wah nggak ada tuh nama mbak di data base kami"

Langsung lah naik amarah saya, saya bilang, mbak saya udah kasih kesana, bahkan kakak saya yang apply beberapa hari setelah saya sudah selesai visanya.

Secara tinggal 3 mingguan lagi berangkat, sedangkan dia bilang satu negara bisa memakan waktu 10 hari kerja, gimana nggak mau gila kan saya.

Akhirnya dengan sungguh terpaksa, dengan nada tinggi saya suruh dia cari yang bener di data base lagi dan nanti tolong telepon saya untuk kabarin.

Lalu sore hari saya menelepon mereka lagi, dengan jawaban asal lainnya:

"Belum ada kabar apa2 tuh dari kantor pusat"

Karena kakak saya dan teman saya sudah diurus, saya rasa tidak masuk akal sekali untuk menyalahkan kantor pusat, kecuali dwidaya kelapa gading tidak menganut kebiasaan first come first serve. Karena seharusnya surat2 saya diurus lebih cepat dari surat2 kakak saya.

Akhirnya dengan nada tinggi bait kedua

"Mbak saya udah bayar full, dan semua berkas saya kasih tanggal 6 Agustus, kakak saya buat visa di tempat yang sama"

"Terus dia ngotot lagi karena kantor pusat pernah minta bookingan tiket lagi karena kurang"

Saya ingat pas saya ajuin applikasi, kekurangan yang disebut di tanda terima saya itu hanya foto (itupun karena dia suruh saya bawa foto dengan ukuran yang berbeda dengan yang ditulis di aplikasi internet dr embassy) plus tanda tangan. Semua tiket sudah saya sertakan.

Dan dia minta bookingan tiket dikirim kembali tanggal berapa, yap 14 Agustus, sekitar 8 hari dari sejak saya kasih dokumen.

Akhirnya setelah saya marah2 dan ngotot minta nomor telepon manajer atau kantor pusat dimana kayaknya dijadiin kambing hitam sama staffnya dwidayatour kelapa gading ini, mereka buru2 bilang nanti akan kami telusuri.

Dan dengan cakepnya dia telepon ke rumah saya, nanya

"Klo boleh tahu mbak berangkatnya kapan ya"

*speechless* *merasa putus asa* *nangis sedikit tadi di kantor ampe ingusan*

Saya nabung bertahun-tahun buat liburan ini, saya merasa mendadak semua gelap, saya pasti nggak bisa berangkat. Semua temen saya suruh saya dateng dan berantem sama orang travelnya, saya yang galak sekarang
cuma bisa nangis. Perasaan uang yang saya pake buat berlibur datengnya dari kerja keras saya hampir 14 jam tiap hari termasuk sabtu pun kadang kerja.
Irit2 makan dipengkolan sampe sakit perut malah ada yang bilang belagu.

Kayaknya kok gini-gini banget sih orang-orang memperlakukan saya, apa karena saya bukan orang kaya, jadi nggak dianggap konsumen penting.

Saya ngerti kok, semua karyawan bisa melakukan kesalahan, ngerti banget,
tapi kenapa kok mereka udah salah gitu nggak ada ucapan maaf sama sekali, mereka terus2an berkelit either nyalahin kantor pusat, ganti nyalahin embassy, terus paling dashyat nyalahin libur lebaran.

Setelah marah2 4 kali telepon ke dwidaya kelapa gading, akhirnya dia janjiin tanggal 4 september semua jadi, tapi discuss sama semua orang solusinya ya pergi kesana ngamuk, atau tarik ganti travel. Mengingat waktu 2 minggu lagi, rasanya semua option mendadak gelap buat saya. Sedihnya nggak usah ditanya. Protes di twitter buat nyeneng2in diri sendiri, pergi ke karaoke teriak2, nyeneng2in diri beaok mau ke luar kota, tapi jam 1 nangis2 sambil nulis blog sambil berpikir, all those book I read, all those application I download in this phone, all those day ngirit demi berlibur, adalah sebuah kesia-siaan.

Doain saya ya teman2, mungkin bener kata kakak saya, saya terlalu nyebelin buat dibaikin. Bahkan dengan membayar orang pakai uang pun saya pada akhirnya tetap disia-siain.

Karena kerja di bidang jasa ya, saya tuh nggak mau bawel karena sebel kalau dapet klien atau bos cerewet yang tiap hari nanya kerjaan udah sampe mana. Lagi2 ternyata saya salah besar, karena lagi2 sifat terlalu percaya sama orang memberikan saya buah simalakama yang amboii banget rasanya.

*Jauhin buku2 traveling karena malah bikin nangis tambah ngejer di pagi buta*
READ MORE - Belajar dari Pengalaman

SKSD

Saya itu klo baru kenal pasti mikirny saya sombong pendiem dan judes....

Soalnya saya dari dulu itu paling males klo basa-basi sama orang, beda persoalannya klo kita udah pernah ngobrol dari tahap kenalan dan ngomongin cuaca harian *you know the conversation you make while quequeing in the bus*

Jadi ada satu orang, dia itu temennya temen saya, yang merupakan teman baik senior saya, disini saya suka banget marah2 soal senior saya itu, kadang suka lupa klo temen saya, senior saya, dan perempuan ini berteman baik.

Di otak saya ada semacam segitiga pengait, si ini kan akrab ama si itu, si itu akrab sama si anu, can I make a conclusion they become a friend because basicly they very a like.....semua orang itu pasti berteman dengan yang punya kemiripan dengan dia.....

Selain itu karena sebenernya saya pernah ketemu muka sekali doang, jadi saya tuh suka lupa sama mukanya dia, haduh jadi klo ketemu nih dr jauh kan pas dari deket baru sadar, mau nyapa eh kenapa kagak nyapa dari jauh....

Dan akhirnya saya insecure, klo liat dia haduh jangan2 temen gua cerita2 klo blog gua isinya jelek2in temen baiknya (fyi mereka suka ngobrol berduaan lama pake lap2an pipi segala) tapi kan berteman kan juga soal selera, belum tentu satu orang nyebelin sama orang yang lain kayak sama kita.

Saya juga bukan mau jelek2in, abis senior itu anger managementnya nggak bagus banget, trus kan hak saya ya klo mau cerita sebel sama orang di blog saya sendiri. Toh saya nggak sebut nama, klo orangnya ngerasa ya siapa tau dia bisa melihat bagaimana memandang perilakunya dari sudut pandang orang lain.

Memang paling bener itu berteman karena you going into something together, entah itu masa kecil di perumahan yang sama, masa sekolah di tempat yang sama, pernah ikut kepanitiaan sama2, atau pernah jalan2 keliling dunia sama2.

Diriku bukan sombong loeh, but I never consider a friend is a friend, if I know so little about her or his life. Don't you feel ackward to start an conversation with a stranger whom recognize herself as your old friend but in reality you know zero about her?

Sorry to pass you when we passed by in the hall ya, I hope you never read my blog and then make me really insecure.....

PS: Yang gini2 nih yang bikin kepengen lock blog, tapi nanti yang marah2 bilang saya sok eksklusif banyak lagi....Serba salah....
READ MORE - SKSD

Dibedakan!

Adalah nyaru banget istilah pelit sama istilah irit....Tapi saya sih lebih berpikir klo diri saya irit instead pelit, ada yang berpendapat lain ya terserah deh...*sambil mengacungkan kaliber 55 dijidat yg bersangkutan* *kambuh ganasnya*

Pindah ke kantor yang katanya "gajinya besar" *coba ditelaah lg* dan deket sama mall mahal tetep aja temennya tipe irit pedit nggak ketolongan....

Mulai beli kue patungan ampe jadi semacam perjamuan gitu makannya segigit-gigit, hapal bener promo mulai dari beliin kue ulang tahun sampe makan lembur, liat barang klo mahal melengos, klo murah berkerubun, semangat banget cari diskonan, trus suka banget bawa makanan dr rumah demi pengiritan yah minimal bawa minum sendiri tiap makan siang....

Kadang mikir ya, kenapa ya sampe 27 tahun umur saya, temen saya irit semua, apa pengaruh saya sebesar itu ya, maksudnya ini sayanya yang bikin orang begitu, atau emang rejeki dapet temen setipe terus.

Kakak saya suka iri kan, karena tiap tahun ada aja temen jalannya, mulai temen kuliah, temen sma, kantor lama, temen satu organisasi, buat jalan-jalan. Trus dia suka bilang drmana sih duitnya selama ini kok bilangnya kagak punya duit terus

"Terus saya bilang, coba deh kak dipikir klo gua beli baju paling 100 ribuan kalian coba bela2in beli marks and spencer atau sogo, aku klo diskon doang itu pun sekali-kali, coba liat tas aku itu2 aja kan, sepatu yah paling setaon beli 5 biji itupun nggak pernah beli nine west, dompet bisa tahunan, laptop nggak punya, modem nggak ada *kakak gua ada tuh yg beli modem ampe 5 kali dan tetap ilang terus*, klo pergi bela2in naik busway mau pingsan juga ngantrinya ditahanin. Ke mall juga liat kan aku jarang sukanya ngedon dirumah baca buku, nah lemburan coba liat pernah nggak aku bs pulang jam 7 udh leyeh2 di rumah"

Terus kakak gua ngangguk2

Emang bener kok, actually saya nggak pernah merencanakan keuangan saya dengan apik sekali sampai saya tahu sebulan ini harus abis berapa,kapan saya nggak boleh belanja kapan saya nggak boleh makan mahal saya tahu aja gitu.

Kayak dulu ya di kantor lama, klo lg nggak dapet ope, ngelangsa banget deh pas pertama-tama kerja, tapi sekalipun saya berasa susah, saya nggak mau utang sama kakak dan orang tua saya, kadang nih klo makan saya cepet2 bayar sendiri, orang sering bilang saya pelit, pdhl di otak saya saya nggak mau kakak saya harus bayarin saya, dia kan juga banyak keperluan, saya nggak bayarin orang bukan karena saya pelit loeh, tapi memang saya duitnya cuma segitu, liat deh rekening saya klo nggak percaya. Kalau saya overdrama bilang gaji saya sekian ope saya sekian bisa2 papa saya koar2 komentar bilang saya nyumbang kantor lah apa, mesti pasang muka gembira klo kerja drpd jadinya makin ngelangsa karena orang tua komentarnya ngeselin gitu.
Itu papa doang sih, soalnya dia ngerasa gua aja yg sd smp sma di kampung gajinya sekian, masa anak gua yg sekolah jakarta katolik dengan semua fasilitas gajinya cuma segini.
Klo mama sih prinsipnya yg penting anaknya kerja, masalah gaji dia selalu bilang, selama lu kerja keras, berdoa, selalu jujur pasti nanti gaji naik sendiri...My mom is a true motivator....

Tapi bener deh kata mama, rejeki itu Tuhan yang cukupin, klo saya ada mau ada aja duitnya, waktu saya pindah kerja ya, uang saya bener2 0 rupiah, karena saya kepengen kontrol diri saya mencegah resign tanpa punya kerjaan, saya konversi semua tabungan saya ke yang bentuknya nggak liquid....

Seneng deh liat unrealized gain saya dalam satu tahun udah 700 ribu, hahahaha, saya beli reksadana waktu itu nggak pake mikir, beli emas juga gitu, tapi abis miskin ada lagi uangnya. plus investasinya menghasilkan, meski pas beli reksadana saya jadi bulan2an dibilang bego sama kakak2 saya karena bukannya beli emas aja....*FYI harga emas pas beli ke sekarang turun, masih untungan reksadana gua*

Meski tas saya murahan, baju saya murahan, muka plain paling pake sari ayu, badan nggak wangi, rambut nggak tergerai indah, saya rasa iritnya saya memang membuahkan hasil sih, huahahaha setidaknya untuk kesenangan saya sendiri *egois mode on*

Tapi ya semenjak saya pindah kerja ke kantor yanf dikoar2in orang gajinya gede *tolong fokus ke lemburan....sama kantong mata lambung dan saraf punggung saya ya*

"Nang isiin bensin dong"
"Ren nanti ulang tahun kita ditraktir kan, masuk kantor baru aja belum traktir" *klo ini udh beres berkat disdus * *anak pelit yang sungguh matang strateginya*
"Taa nanti klo mau buka daycare tolong ini anak angkatmu digratisin ya" *nestapa*

Kadang memang susah mengumpulkan uang buat mimpi jauh kedepan dibilangnya pelit, lebih mudah untuk dimengerti klo kita boros sekalian, habisin duit buat kesenangan 1 weekend, either material thing atau makanan enak, susah untuk bilang klo uang ini saya simpen biar nanti bs beliin papa mobil *entah kapan klo nabungnya 500rb sebulan* nanti klo nikah bisa beli rumah *kayak ada calonnya* nanti klo punya anak saya mau dia bisa sekolah sampai australi sana * kayak lu bakalan kawin aja*

Yang saya bintang2in adalah jawaban yang bakalan dikasih orang klo saya bilang irit2 saya tuh sebenernya buat apa.....Susah memang jadi anak orde lama,program hidupnya pake repelita malah sering dibilang ngada-ngada, padahal saya bukan anaknya harmoko,
Masih aja omongan saya dibilang omong kosong, gimana klo saya beneran anaknya harmoko *mulai keluar konteks*

Tapi saya yakin kok, dari 5 tahun perjalanan karir saya, sedikit apappun gaji kita dibanding temen2 kita, klo kita mau berusaha Tuhan pasti cukupkan. Nggak sampe nestapa2 banget lah, diajak makan kafe ampe pesenannya cuma air putih *catet air putih bukan air mineral*

Kalian nggak perlu tahu apa yang mau saya punya 5 tahun kedepan, yang pasti meski saya irit saya nggak akan jadi parasit kok, stop deh bilang saya pelit, ini uang saya, saya cari pakai kedua tangan saya, mau dipake buat apa dan kayak gimana, sama sekali bukan urusan kalian....

Dan klo saya larang2 kalian impulsif belanja, percayalah nggak satu sen pun uang kalian yang bakalan saya minta kok, saya memang nggak punya banyak duit, penampilan juga nggak keren2 banget, tapi saya bukan tukang minta-minta. Jadi jangan kuatir ya teman- teman, klo pun saya suka bercanda minta duit, nggak ada satu senpun yang bakal bener2 saya minta....

Sekian dan terima kasih....
READ MORE - Dibedakan!

Shocking Moment

Jadi seperti biasa klo lg sore2 apalagi topik emak bapak gua selain

"Nang kamu beneran nggak punya pacar nang, jangan lama2 klo pacaran deh mama papa udah tua"

*pasang muka sok nestapa*

"Aduh kenapa sih anak mama nggak pada kawin2, yg udh punya pacar bilangnya belum siap, ni si renta coba pa biar dia gendut, tp kan cantik ya, pinter cari duit dan ngirit, mandiri, enak diajak ngobrol, cuma judesnya itu sih emang kadang2"

*pasang muka belaga budek*

"Tapi emang dia bodoh pa, dulu ya ada cowok sering dateng ke rumah ini batak lagi, mama udh bilang sama itu aja"

*mulai melihat mama dengan tatapan nanar*

"Eh renta bego sih itu orang malah diserobot cewek lain, bego sih jadi perempuan gregetan deh mama"

*mulai curiga mama diem2 baca blog gua*

"Marganya siahaan klo nggak salah"

*langsung ngakak guling2 diatas bara api*

Tapi emang sih dulu sering banget nebeng bang nampan, apalagi sejak pert*min* soalnya kan pulang pagi terus, dan dulu kan openya cuma 40 ribu, mana makanan disitu mahal, jadi kasian kan bang nampan plus jenggot sama saya jadinya saya dianterin deh ampe depan gerbang......

Emang kan bener kata gua, paling bahaya bawa cowok2 ada marganya ke rumah, antenanya suruh sikat aja, emang sini papan gilesan apa semua yang batak harus saya sikat haaaa haaa haaaa *gagal paham*

Trus yang lucu lagi

"Dulu papa sama mama juga sebelum kawin punya pacar, tapi nggak cocok nang, coba klo mama kamu jd sama pacar sebelumnya jadi anak supir kamu sekarang"

Trus saya

"Oh jadi mama papa selingkuh"

*kemudian terdengar suara emak gua batuk sampe sesek napas*

"Nggak kok nggak selingkuh, cuma temen deket, klo temen kan nggak ada ikatan klo nggak jd ya bukan jodoh, nah papa kamu ajak kawin muka lebih cakep ya mama jadinya ama si papa"

Huahahahaha jadi ini semua karmanya si mama.....*cubit kuping si mama*

Oh well, my mom and dad didoakan aja ya, tapi klo ada cowok melamar di santorini atau pake mobed, yah mungkin anakmu ini tergugah *mulai banyak gaya* *sok cakep* *sok penting* *dan si ganteng pun melengos males liat tulisan ini*

*kemudian ketawa ngakak*
READ MORE - Shocking Moment

Insomnia

Saya tuh suka kebiasaan buruk deh, klo abis liburan panjang mendekati detik-detik berakhirnya liburan malah takut tidur karena takut pas bangun tiba2 nyesel liburannya habis karena tidur doang.

Karena penyaluran stress saya cuma menulis, mari kita menulis random.....

Kalau lagi lebaran gini, saya jadi kangen deh sama tulang-tulang saya.
Karena mama jadi adik perempuan kesayangan otomatis kita berlima juga jadi keponakan paling disayang.
Kangen deh pergi bareng ke restoran yang sederhana, makan rame2 cuma ngobrol yang ringan-ringan, dan pas pulang berasa banget klo kita disayang.

Kangen ke toilet terus bergosip. Mulai dari pura2 sikat gigi, pengen pup, sampe belagak ganti pembalut. Pdhl seringan cuma nemenin karena pusing sama kerjaan. Curhat2an sambil duduk diatas kloset. Ah menyenangkan.

Kangen deh tidur empet-empetan, semenjak kaka ela pindah, kamar jadi kosong, kakak saya pindah kamar. Sekarang masuk kamar lowong banget, ini malah lagi tidur sendirian. Dulu tiap hari bisa tendang-tendangan kaki ngomel sempit, sekarang kamarnya lega nggak enak juga rasanya.

Kemarin pergi ke tempat didi, terus dia ngomong banyak hal, mulai dari apa gunanya gurita, posisi ngasih asi, rambut baiknya botakin apa enggak, sampe perdebatan merk susu formula.
Mendadak insecure, karena saya kan kayak informan kan, dan temen saya suka bilang saya banyak tahu, tapi karena I'm not going through it saya bukan kapasitasnya buat jd tempat bertanya.
Saya sadar nanti pasti saya nggak jadi tempat curhat buat banyak orang deh, saya nggak bisa nyambung sama temen-temen sendiri, nanti temen2 berhenti cari saya buat temen ngobrol karena saya nggak informatif lagi.
Huaaaaa sedih deh.....

Terus kaki saya keseleo, padahal saya jarang banget bisa libur panjang begini, saya kepengen ketemu temen2 saya, kepengen ajak anya karaoke perdana, kepengen liat anak temen saya yang lain, tapi buat jalan dr atas kebawah aja udh sakit banget, pdhl udh diurut dan ditempelin koyo. Waktu saya tinggal 2 hari, abis itu semua susah ketemu lagi. Kenapa ya, mau kumpul aja susah banget.

Dan kata papa tadi, papa udah tua, klo papa nanti meninggal gimana.
Aku nggak mau papa mama tambah tua lagi, nggak mau penyakit mereka tambah banyak lagi, tapi mana bisa diberhentiin.
Anak orang udah posisinya bagus2 masih seumur saya, bisa traktir mama papanya either materi atau makanan di tempat bagus, bikin papa mamanya happy dengan bs kasih mantu yg baik hati dan cucu2 yg banggain, saya kok topiknya masih wacana semua malah sibuk berkutat sama buku traveling dan komik2 miiko.....

I'm such a loser, don't you think so?

READ MORE - Insomnia

Kakak Adik

Berasal dari orang tua yang sama, dididik dengan pola didikan yang sama, makan dan minum dari sumber yang sama, nggak membuat kakak adik punya sifat dan perilaku yang sama.

Interlude dulu ya, saya nggak menelek-jelekkan keluarga saya ya, klo kakak atau orang tua saya nulis juga mungkin ada beberapa tulisan yang isinya mereka menyesal dan kesel punya adik dan anak macam saya ini. Ini cuma curhatan adik yg lg kesel sama kakak (dicurigai) tirinya.

Tadi siang papa saya berantem sama kakak saya, cuma karena belokan pas halal bihalal, terus papa klo marah gitu hal yang paling dia sebelin dari diri kita bakalan dibahas, dan pedesnya ngalahin pedesnya perempuan PMS klo lg marah

"Kamu ya, papa minta tolong sedikit aja harus sembah2, dibilangin kagak mau denger kayak papa ini bego banget nggak tau apa2 jd nggak usah didengerin, minta duit cepetnya minta ampun, selalu cari papa klo uang kamu abis, klo sampe papa minta makan sama kamu, papa nggak tau deh mau sesombong apalagi kamu sama orang tua kamu sendiri"

Itu bener2 suara hati saya selama ini.....Hahahahaha.....karena dia memperlakukan semua orang keluarganya sendiri kayak begitu, I need your money I didn't need you as a family.....

Dari saya kecil saya memang lebih kuat dan menonjol, dan sebenernya perilaku dia selalu nyalahin orang lain buat kegagalannya itu udah ada sejak kita masih kecil banget, tapi karena saya anaknya nggak gampang nangis, kakak2 dan mama papa saya selalu salahin saya tiap saya berantem sama dia. Bahkan suatu kali dia pernah di bawa ke psikolog saking mama gemes dia klo sekolah hampir kagak naik kelas melulu padahal udah di lesin sana sini. Sama psikolog tau dia bilang apa "abis si renta sering ngatain saya bego" lalu habislah saya dimarahin mama dan kakak2 saya. DAMN!

Pas besar saya tau dasar semua masalah kepribadian dia mulanya apa, dia meletakkan kepercayaan dirinya pada materi yang dia punya bukan sama apa kelebihan didirinya.

Saya dari kecil sekolah di katolik, yang isinya anak2 orang kaya, pinter, cantik, sempurna. Intimidasi deh klo sadar diri kepinteran average, muka pas2an, berasal dr keluarga ekonomi cenderung susah, baru pas sma loeh saya ketemu kelebihan yg bs saya usung dlm pergaulan. Pengetahuan umum saya bagus, enak diajak ngobrol, seru diajak nyela-nyelaan, dan cepet nyambung sama orang.

Kakak saya beda, satu2nya kepercayaan diri yang dia punya adalah klo temennya lbh miskin bego drpd dia. Ada yang ledek dikit dia sakit hati, kerjaannya nggak dipuji dia sakit hati, ada orang sombong dikit dia sakit hati, dikit-dikit sakit hati.

Misalnya nih ya, saya sih sama temen saya fair enough, lu ngutang sini bayar, klo gua bs nebengin lu gua tebengin klo kagak lu sana pulang sendiri naik taksi, klo mesti traktir ada duit gua traktir nggak ada ya udah, lu nggak lucu gua blg nggak lucu, lu nyebelin ya gua omelin, klo saya liat mereka boros saya bisa nyap2 melebihi emaknya temen saya (ampe kadang nyokap temen bilang untung ada lu ta hahaha) tapi saya tetep menghargai mereka sebagai temen saya, tapi saya pun mengharapkan mereka menghargai saya sebagai temen mereka. Intinya saya dan teman saya satu pola pikir, lakukan apa yang kalian mau orang lakukan ke kita, jangan lakukan hal yang kita nggak suka orang lakukan ke kita. We didn't take it each other for granted. That I know for sure.

Kakak saya beda, she will do anything even a thing she didn't like just to pleased other. Misalnya dia bs bela-belain jemput temen ke kebon jeruk lalu balik lagi ke daerah gading, lalu pulangin lagi ke kebon jeruk dengan alasan temannya nggak tau jakarta dari luar kota, laki2 pula....

Bullshit abis, saya biar kata temen saya perempuan sekalipun, klo janjian saya suruh dia naik busway, nanti saya pulangin lg naik busway (kejam).
Tapi klo temen saya tahu kondisinya nggak memungkinkan, saya bela2in jemput ke bogor juga saya mau, tapi kan yang namanya temen kan harusnya pengertian ya. Sampai sekarang aja, meski temen saya selalu dijemput papanya, saya bela2in selang seling bawa mobil br sekali-kali bs nebengin gantian. Itu memang temen lu, tapi tetep harus tau diri dong, punya perasaan nggak enak klo mau ngerepotintetep harus ada, mereka bukan babu lu, catet di hati kalian, ITU TEMEN LO BUKAN BABU LO!

Makin kesini saya kok ngerasa dia dimanfaatin jadinya, mau aja dibentak-bentak, mau aja dimaki-maki, bahkan ya mau studi tour di jakarta aja, kakak saya pontang-panting minta ijin mama saya temennya br bs nginep dirumah.

Dan temannya ada 6 orang. Ya gila aja kan mana waktu itu kagak ada pembantu dan mama saya tipe full service gitu sama tamu, saya bilang dong, temen gua ada apartemen sewa harian, tapi temennya nggak mau keluar duit, pas dateng ke rumah saya, semua gayanya yang selangit gitu, ngajak ngomong aja saya males. Loe kata rumah gua shelter apa, mana makan aja sambil telponan, didepan mak bapak gua, orang2 kagak dididik banget, belaga bak milyuner kenyataan menang gaya doang....

Terus dia cerita gitu temennya sombong2, saya kan suka baca ya, jadi meski saya belum pernah ke tempat happening sekalipun ya saya tahu infonya saya bukan tipe orang yang memakan perkataan orang lain mentah-mentah orang lain nggak bisa mendoktrin saya dengan gampang pasti jatuhnya adu argumen.
Nah kakak saya nggak suka baca, bahkan berita terkini aja kagak tahu, informasi dari orang plek2 dia serap dan yakini klo itu yg bener. Padahal kadang banyak hal kembali ke selera ya, yang dibilang orang bagus belum tentu bagus untuk kita. Semua yang disukai temennya harus dia sukai juga, semua yang temennya blg bagus juga dianggep bagus, bener-bener nggak punya pendirian.

Misalnya ya memuja-muja sanpachi padahal kadang emang enakan bakmi babi yang harganya 10 ribu, memuja-muja wafel panci o u s pdhl menurut saya wafle aw lebih enak, ya nggak selalu tapi kan nggak harus saklek menilai yang lebih murah udh pasti nggak enak. *geleng2 kepala*

Saya mah biar kata ditraktir si papa sekalipun, nggak berani minta yang mahal-mahal, karena saya tahu cari uang itu susah. Saking lamanya dia nganggur kali ya, dia jadi lupa arti uang, dan mulai jadi orang yang ngerong-rong

Jadi gini kerjaan beli baju online, alat2 make up, beli tiket ke luar negeri nggak tanggung2 lg jauhnya, klo pergi makan maunya di mall dan yg mahal, ngopi2nya starbucks, nggak mau cuci setrika sendiri, paling nyebelin anti pergi klo nggak pake mobil dan kagak mau kumpul2 sama keluarga besar maunya sama temen-temennya doang.

Saya berantem besar sama dia kemaren, permasalahan simple, dia ajak saya potong rambut, trus saya lg nabung kan buat nambah2 uang saku, trus saya bilang gua lg nabung semua mau gua tunda abis liburan aja....

Terus dengan nyebelinnya bilang, lu kan taksi dibayarin kantor lu, lu lembur juga dibayar, apa salahnya sih gua minta duit ama papa, gua kan capek, klo lu mah apa2 enak.

Gimana gua kagak panas hati, klo soal
capek gua juga capek, klo soal lembur ampe pagi emang dia pikir itu lemburan cuma cengengesan apa gua ya, klo masalah naik taksi, masa gua mau jalan kaki klo pulang pagi. Nggak masuk diakal gua. Trus dia pake kesengsaraan dia alasan buat minta-minta terus sama bokap.

Paling top of the pop ya, kakak gua kan dibeliin rumah ama papa, terus dia ngomong gini, jangan ampe ya gua nggak dapet warisan apa2 karena lu kuras harta bapak gua.

*astafirulohalajim*

Intinya ya, uang orang tua kita itu bukan hak kita, mau dia pake buat apa kek tanggung jawab dia tuh udh sampe sekolahin s1 udh selesai harusnya, klo diluar negeri malah orang pada kuliah sambil kerja, malu2in banget deh....

Belum lagi karena keponakan abang ipar pada nginep di rumah kakak, dia komentar "Itu yang beli rumah siapa, ngapain sih tu orang-orang pd nginep disitu, kerjaannya cuma morotin bapak gua doang"

Menurut gua nggak ada salahnya loeh klo orang tua beliin fasilitas buat anaknya biar anak cucunya happy hidupnya, plus dia pun rasain betapa baiknya ipar gua sama kita adik2nya kayak abang kandung bener deh, nggak make sense deh dia mendadak bilang ipar gua tukang porot.

Langsung deh dia dihardik sama si mama.....

Kadang saya suka ngobrol sama kakak-kakak saya, kak uang kita harus banyak ya, beli mobil sendiri, beli rumah sendiri, (eventhough harusnya dalam keluarga batak harta orang tua biasanya dikasih ke yang paling bungsu) jadinya nanti klo papa mama nggak ada kita nggak harus berantem karena warisan, kasih aja semuanya ke dia biar dia seneng.....

Kadang ya mikir, ada untungnya juga waktu kecil selalu dicuekin perasaannya sama kedua orang tua dan kakak2 saya, saya jadi terbiasa mandiri, terbiasa ngandelin diri sendiri, dan jadi kuat dengan sendirinya.

Sepertinya kakak dan orang tua saya menyesal banget dengan pilihan mereka selalu belain kakak saya tiap dia ketemu masalah sepanjang hidupnya, ujung2nya masalah yg mereka ambil alih malah membuat satu persoalan baru yang terus membesar kayak bola salju.

Dear kakak,
Semua orang pasti punya masalah, klo soal keinginan semua juga punya, klo soal dilecehin saya juga pernah dilecehin, tapi jangan terus-terusan minta dikasihani terus jadinya demanding dan membuat kebaikan keluarga for granted.
Papa mama udah kerja puluhan tahun buat kita, why you make them worries with not take a responsibilities for your own life. Please grown up, nggak selamanya mama papa kita ada untuk kita, sampai kapan mau bertingkah kayak anak kecil yang terus benaung diatas keringat orang tua.

Jadi inget bos saya pernah jelek2in anak jakarta karena manja cuma karena capek pada resign mentang2 masih ada orangtuanya. Saya dengan nyolotnya (keceplosan sih sebenernya)
bilang gini:

"Itu mah pribadi masing2 sama didikan, nggak semua orang yang punya orang tua ada kok melempem daya juangnya"

Bener kok temen2 saya udh tajir2 kagak ada tuh yang klemar-klemer mau disiksa di kantor kayak apaan juga, lahir tuh sendiri, mati tuh sendiri juga, hidup harus bisa mandiri, berdiri diatas kedua kaki sendiri, dimanapun juga lu nggak akan pernah bahagia klo lu berharap orang lain yg bertanggung jawab atas kebahagiaan lo, jangan pernah ngandelin orang lain andelin diri sendiri.

Kedengeran sangat individualis sih, but guess what thats very true.....

Bener deh, kadang kebanyakan dikasihani, cuma buat orang retarded dan invalid, pantesan ya klo baik sama orang pasti reaksinya nggak jauh2 dari ngelunjak......

READ MORE - Kakak Adik

Teary Eyes

Udah pernah cerita kan ya kalo saya suka simpe memoribilia nggak penting....

Mulai dari tiket nonton, kertas2 tulisan tangan temen saya, coret2an saya, bahkan lirik lagu yang ditulis buat saya pas smp sama orang yang ditaksir pun masih ada.....*tersipu malu*

Jadi 2009 akhir, klo liat tanggalan di foto itu, ada yang saya stabilo orange, itu saya stabilo sepenuh hati saya....

Klo kalian pikir itu tanggal jadian, tanggal putus, atau tanggal penting menjurus lainny kalian salah semuanya.....

17 November 2009, pertama kalinya dalam hidup saya ada yang panggil saya tes, hahahaha, setelah ribuan email dan cv saya kirim ke kantor pat pat gulipat itu.....

Saya inget banget meski saya yang dites pertama kali, abis itu saya doang yang nggak diproses, semua lanjut interview malah ada yang udah diterima....

Pergi ke bali lalu tiba2 dapet panggilan tanggal 5 februari 2010, dengan hasil nol besar dan menggigil kedinginan sepanjang interview karena angin bahorok bener-bener pas di pengkolan komdak....

Saya nulis ini sedih banget loeh rasanya, Tuhan baik banget ya, bertahun-tahun saya nangis inget banget apa yang dibilang sama sama interviewer saya saat itu

"Saya dari dulu kerja jadi au*itor, tapi saya nggak pernah buang waktu kerja di kantor kecil"

Rasanya kepercayaan diri menciut sedemikian rupa, tapi bagus juga sih, saya kan anaknya nggak doyan baca ya, sejak itu saya jadi merajin sedikit, nggak dikit-dikit nanya orang, nggak dikit-dikit minta tolong, baca dulu belajar dulu klo mentok nanya....

Lihat sekarang, dikasih kesempatan ke sejuta cahaya lagi, walau kali ini pas interview aja nggak bilang-bilang temen-temen, pas keterima juga ngomongnya takut, karena temen say udah lama banget kasih kata-kata penghiburan karena klo inget interview waktu itu dan penolakan-penolakan selanjutnya mereka udah capek juga hahaha, bahkan pas saya bilang apply junior lagi di kantor 4 huruf, temen saya yang alumni situ bilang "Jangan mau buang waktu lagi, ngapain lu mau2an jadi junior lagi"

Hey past, do you see where am I standing now? I can make it thirugh even it takes 2 years delay.....

Foto kedua, itu koin selalu ada di dompet saya sejak saya masih kuliah dulu, I called it koin motivasi....

Waktu masih sd, semua anak kayaknya tergila-gila sama kota ini ya, blame the epic sailormoon...

Papa saya pergi ke kota itu untuk dinas, dan saya selalu bilang, one day pasti bisa kumpulin uang pergi kesana lagi sama papa....

Pergi sama papanya gagal, kasian juga papa klo harus pergi pake standart saya, tapi there is out of my mind, saya bener-bener bisa berangkat kesana....

Saya nggak tau duit itu darimana, saya nggak tau asalnya temen yang ngajakin saya mendadak pas liat promo tilet, saya nggak tau keberanian saya buat ngomong ayo, saya nggak tau kenapa Tuhan baik banget sama saya udah kasih kelancaran, mulai rejeki, temen yang baik, kakak2 yang mendukung, sampe embassy yg nggak minta saldo tabungan yang luar biasa mencekam.....

Dewasa membuat orang kadang berhenti bermimpi, realita kadang buat hati kita bitter, keadaan kadang merubah kita menjadi orang yang keras hati....

Tapi sekarang saya percaya, segala hal udah direncanakan Tuhan per mili secondnya, per detik kejadiandi hidup saya Tuhan udah pikirin, bukan terjadi karena kebetulan....

Mimpi saya masih panjang, klo soal karir saya mau suatu saat saya bisa buka lapangan pekerjaan buat orang banyak dan yang penting di jalan yang lurus, klo soal kesehatan saya mau busa jadi pendonor darah rutin, klo soal harta saya kepengen beliin papa mobil atau rumah, klo soal jodoh saya kepengen dapet orang yang hatinya baik, menghargai mimpi dan pendapat saya, selalu sabar saat saya lagi marah (dan sering hahahaha) paling penting mencintai dan menghargai keluarga dan teman-teman saya.

Kalau soal jalan-jalan, saya mau suatu hari naik sampai puncak santorini and scream "Hey santorini I make it through"

Kalau punya kemauan, selama terus bekerja keras, berdoa, dan percaya, somehow Tuhan bakal kasih kita jalannya.....Just Keep on Believing coz you know what, What God intended for you in store won't go anywhere....
READ MORE - Teary Eyes

Euphoria Pororo Camera

Yang mau muntah silahkah ya....*sodorin ember*
READ MORE - Euphoria Pororo Camera

My Scorpio Man

Judulnya ngulang masih ngomongin kesayangan yang sama....

Jadi saya tuh dari kapan ngebet banget sama tempe mendoan deket rumah yang belinya pake antri.

Dan sebagai penggila tahu tempe dan kacang-kacangan kurang afdol dong klo kagak beli. Udah pernah nyobain sih si kakak beliin tapi cuma kebagian sesuap....Mana nampol kan....

Tadi beli akhirnya setelah berjuang naik busway, pindah mikrolet, nyambung ojek.....

Beli cuma 5 biji karena si scorpio man and mrs item manis nggak suka banget klo anaknya bawa makanan jalanan gitu, either bilang kotor, jorok, plus kemaren saya kan baru diare *lgs makan obat*

Pembicaraan begini...

"Apa itu" pake muka judes
"Enta beli mendoan di supermarket *tp boong* cobain deh enak banget*
"halah boong kamu di supermarket maksudnya didepan supermarket kali"

Tertunduk lalu terus cocol pake kecap...,

Tiba2 dia balik lagi sok2 menelaah tu tempe mendoan

"Tapi karena anak papa yang beli papa hormatin deh"

Colek dikit saya mah diem aja....

Lalu dateng lagi mendekat ke meja makan, si oles *kakak saya* makan mulu tadi makan, adeknya makan dia ikut makan *sambil ambil mendoannya lagi*

"Duduk sok cool depan tivi, ini pake kanji ya" dateng lagi deketin meja makan "Ini kanji ya"

*saya belaga budek, dia pun comot lagi*

"Udah pa cuma sisa segitu kok abisin aja"

"NGGAK PAPA NGGAK SUKA PAPA CUMA MAU TAU INI KANJI APA BUKAN"

*sambil motong potongan besar buat dia, yg seiprit lagi ditinggal dipiring*

Saya ketawa ngakak, pas dia balik lagi ke meja makan

"Udah aku abisin pa, kan nggak doyan"

Berbalik ketawa2 sambil nyuci piring, dia manyun lalu masuk ke kamar....

Nah klo pada nanya kenapa gua jadi orang selalu berat di gengsi, lu tanya tuh babe gua, soal doyan tempe me doan aja gengsi apalagi yang lain....

Sayang papa, nanti aku bawain steak atau caviar ya biar klo doyan nggak harus pura-pura gengsi....*ngakak guling2 diatas bara api*
READ MORE - My Scorpio Man

Everybody Loves R

Manis deh kemaren sakit terus hari ini mendapati whatsapp penuh dengan pertanyaan

"ren perut udah gimana"

"ren hari ini masuk apa enggak"

"ren sakit apa"

Huahahahahaha....kagak tau aja mereka kalo gua emang penyakitan. Nanti klo udh ijin sakit ke sepuluh kalinya pasti udh kagak ngagetin lagi....

Euphoria baru jadi temen kesayangan ya baru-baru dikuatirin, lama-lama disia-siain, hahahahaha.....

Adik-adik yang manis deh, kakak renta terharu....
READ MORE - Everybody Loves R

14082012

Datanglah sayang dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu walaupun tuk sejenak
Usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu walaupun tuk sekejap
Karna hanya engkaulah yang sanggupkatakan aku
Karna engkaulah satu-satunya untukku
Dan pastikan kita selalu bersama
Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku
Dalam susah ataupun senang
Dapatkah engkau s'lalu menjagaku
Dan mampukah engkau mempertahankanku
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
READ MORE - 14082012

Welcoming My Baby Girl

Welcoming my niece Gillian Matea Aleandra to our somai group....

Congratulation didimus....Bayi kecil sampai bertemu jumat ya....*cipok-cipok*
READ MORE - Welcoming My Baby Girl

Diare (lagi)

Why I get over drama cause a diarea...

I tell you why, karena penyakit inilah yang berhasil membawa saya dirawat 5 hari lamanya di rumah sakit.

Jadi diarea become my first enemy ever....

Kalau sinus sakit ke dokter semua simpati, atau yang berat2 macam tipes atau gejala demam berdarah. Tentu semua orang bakalan bilang istirahat jangan capek dulu.

Kalau diare, dengan badan yang segede anak gajah (biar gede tp imut) klo bilang diare semesta seolah melirik saya dan berkata...

"Makanya jadi orang jangan maruk semua dimakan"

Seriusan saya digituin terus, huaaa sedih deh udah sakit mendulang celaan instead dukungan.

Padahal kemaren makan makanan mama, ada kekuatiran jangan-jangan masakan rumah udh jadi bakteri buat perut saya saking lebih seringnya makan makanan luar.

Ada yang bilang "if you get really comfortable do the "thing" in your office toilet you will go through a long time in that place"

Secara ya kantor pertama selalu bikin mules gara2 skripsi gua ditolak melulu, dan kantor kedua karena tesnya bikin semaput, nggak usah kaget harusnya sama penyakit norak kampungan diare gini kagak akan lekang oleh waktu.

Padahal kerjaan lagi banyak, mungkin bener kata si pak buset dulu "Penyakit gua berdatangan dikala gua nggak tahan lagi sama tekanan"

Huaaaaaaaaaa...........

Update : telpon sama kaka ela
"lu diare lagi"
"iya kak, pdhl kan gua kagak makan apa-apaan kemaren"
"udah sini ke dokter ketemu gua, biar gua infus"
"Yaelah diare doang"
"Tapi perut lu tuh soak, gua kagak mau kecolongan kayak waktu itu ya, nanti lu dirawat, udh buruan jangan lama-lama gua tunggu"

Tumben ya kakak gua perhatian, emang banyak faedahnya banyak lembur yak jadi lebih dikasihi begini....huahahahaha.......
READ MORE - Diare (lagi)

Little thing Count!

Ada yang pernah bilang "The art of having money give you a pleasure the most when you spent it for others not for yourself"

Katakanlah namanya nopita, temen saya yang jadi voulenteer di LSM yang kemaren hampir saya daftar, tapi tidak seperti saya, nyali dia dan kasih dia buat sesama lebih besar daripada yang saya punya.

Dia berasal dari kalangan anak orang kaya, rumah besar di kuningan, iya kuningan yang itu bukan yang lain, sedikit banyak menyimpulkan how lucky life treat her.

Dulu dia pernah kerja di perusahaan bergengsi, statement dia adalah, buat apa kerja di kantor, yang isinya intrick, ngejar duit, melakukan apa yang nggak bikin kita happy.

And now, almost 4 years dia ada di kalimantan, pas memandang dia foto sama sapi2 sumbangan, ada perasaan iri menghinggapi saya, why I don't have a brave heart like she is.

Dipikir ditimbang ditelaah. Kita dikirimian di dunia ini dengan porsi kita masing-masing. Saya sadar kok, the way I share God kindness to others mungkin nggak sehebat temen saya di nopita, tapi saya sadar seringkali saya dijadiin perpanjangan tangan Tuhan lewat hal-hal kecil.

Waktu awal-awal kerja, saya pernah ke panti asuhan, nggak kasih uang seberapa, tapi itu jadi concern saya sampai sekarang. Saya sadar hal paling dasar yang gampang nyentuh hati saya klo masalah yang dihadapai anak-anak diangkat.

Waktu liat orang pada posting kebakaran di benhill, dan liat foto anak-anak main2 di tumpukan gunung, rasanya sedih banget deh, bayangin nggak, umur masih 5 tahun, sekejap nggak punya uang, nggak punya baju, nggak punya buku, nggak punya mainan, nggak punya tempat untuk tidur.

Tapi mereka happy-happy aja tuh, nggak kayak orang dewasa yang udah kuat, bagi saya seorang anak kecil harusnya yang dia tahu hidupnya indah, kayak bagaimana saya waktu kecil mana saya mikir nasi ngebul telor dadar datengnya dari kerja keras papa saya mati-matian buat kita, tauknya memang hak saya dirawat sama orang tua saya, pas saya besar saya sadar perjuangannya besar banget buat sekedar beli telor dan minyak buat bikin telor dadar.

Melihat banyak sekali anak-anak harus nongkrong di jalanan, lihat anak-anak yang masih kecil harus sakit keras, atau anak-anak kecil yang belum apa-apa harus kehilangan masa kecilnya yang menyenangkan.

Saya punya ego, ego saya banyak. Saya kepengen punya tabungan, reksadana, tas baju sepatu bagus dan gadget keren.

Tapi semenjak punya uang sendiri, saya malah merasa hal itu nggak lagi penting.

Tas yang cuma seneng diliat paling 3 bulan.
Sepatu cantik yang dipake ke kantor kemudian ditaro di loker.
Gadget yang terus2an kalah sama gadget yang update.
Klo fokus pada harta nggak akan ada puasnya.

Saya bukan oprah yang bisa ngasih sampe jutaan dollar. Tapi saya belajar memberi itu sebenernya bukan masalah kita membahagiakan orang lain, tapi malah kita sendiri yang bisa.

Misalnya ya kasih mbak THR, kita ngerasa THR yang kita kasih nggak seberapa, sampai kemudian mbaknya pergi ke pasar malam bilang duitnya udah bisa beli baju orang tua, ponakan, adik kakak, dan kaca mata item buat nampang di kampung.

Pernah juga saya kasih uang lebihan dikit ke tukang mikrolet, terus dia bilang makasih ya mbak, seolah-olah saya ngasih dia mobil mercedes terbaru.

Pernah saya lihat, dua anak kecil, makan nasi ayam kremes di jalanan kompleks scbd, keduanya tertawa riang, kesenengan sambil motekin ayam. Bless you whoever give those ayam kremes ke si anak jalanan itu.

Saya sadar kok, bahwa membantu orang lain, selalu dimulai dengan hal-hal kecil, uang saya nggak banyak, apalagi ditengah-tengah rencana jalan-jalan super nggak tau diri ini.

Tapi saya sadar kok, sekecil apapun sumbangan saya buat orang yang membutuhkan, adalah embun ditengah padang gurun, alias berarti banget buat orang lain.

Jangan pernah berpikir membantu dimulai dari sumbangan puluhan digit, nggak gitu juga, bahkan dukungan doa dan semangat juga selalu dihargai kok.

Klo mata mau dibuka, banyak banget wadah kita bisa membantu orang lain, jangan ditahan-tahan, seleranya aja, you will found out, the joy of making money is wonderfull if you can share it with people that really need it.

PS: Saya paling jijik tapi sama orang yang suka minta-minta dan merasa paling melangsa sedunia karena uangnya habis untuk beli what she or he wants not needs.
Semua orang punya keperluan, jangan samain standar kebutuhan kalian dengan orang lain, dan meminta-minta ke orang hanya karena kalian tidak bijaksana mengelola uang kalian sungguh perilaku yang memuakkan.

Saya udah tau list pertama pas tiup lilin "Tuhan saya kepengen secepat mungkin bisa jadi pendonor darah yNg aktif dan nggak kehalang tekanan darah lagi. Amin"
READ MORE - Little thing Count!

Bukan Maksud Menjilat

Kalo abis ketemu orang pintar itu, yang main dipikiran pertama adalah "waktu kecil sampe gede dia dikasih makan apa ya"

Jadi begini, udah beberapa hari carut marut mikirin kerjaan, senior jegeng ini sibuk banget kan ya orangnya, dia cuma nanya udah follow up belum, udah ditanya belum, dan lain sebagainya.

Belum lagi kan bos saya pak senin kamis suka kasih kerjaan rempongnisasi schedulin meeting, schedulin interview, bikinin bahan training, si senior jegeng berasa personnal asistant bener dah....

Nah ni hari tu senior eksklusif buat diri saya sendiri, yang namanya perusahaan besar tambang pula, urusan loan, covenant, flow inventory, plus pricing-pricing jelimetnya minta ampun.

Nah hari ini beban berat soal loan dan covenant-covenant2nya udah diangkat sama dia, dikerjain sehari aja, saya tih dr kemaren, flow dr loan, ke interest, ke covenant nggak ngerti sama sekali, belum lagi kapitalisasi bunga, pengaruhnya ke fix asset, nah gua ngomongnya aja jelimet....

Semua pokoknya kelar sama dia, masih banyak pertanyaan sih, tapi at least rekalkulasi nggak usah saya tanya lagi sama orang.

Jadilah kerjaan saya sampe malem cuma kerjain kerjaan standart macam vouching, bikin detail, follow up pending, stabilo2in agreement, dan lain2nya, ya namanya juga junior kan ya....*dilempar bakiak*

Tapi serius ya, dia tuh tipenya kayak saya, klo ditanya suka judes, tapi jawab, walau judes, huahahahaha....

Dan saya pun klo dijudesin orang ekspresi paling dahsyat ya pasang muka pussy with boots kemudian suara sok imut berkata "habis nggak ngerti sori ya nanya mulu"
Lalu pangeran pun langsung menikaho sang putri dan membuatnya berhenti lembur sepanjang hayatnya....

Walau semua orang bilang senior gua galak nyebelin, tapi gua pelan tapi pasti makin naksir hari ke hari, asli deh dia tuh detail banget, pinternya lagi dia tuh nggak mikir cuma dari satu aspek, langsung semua kebaca sama dia, gua aja nggak kepikiran, lalu gua berdecak kagum "dalam hati tapinya gengsi dong"
Terus paling menyenangkan lagi, dia bisa diajak diskusi, dia nggak pernah bilang dirinya paling bener, saya klo kerja punya gaya sendiri, nggak bisa tuh si ini kerjain begitu, klo saya nggak tau walkthroughnya saya nggak mau ikutin.
Dan dia selalu bilang abis discuss, terserah lu mau gimana tapi intinya tuh caranya begini begitu, belum lagi pas tadi gua tanya soal kapitalisasi2 dia dengan jiwa besar berkata nah itu juga gua nggak tau, senin lu print kita discuss sama si bapak.

Pernah cerita kan ya, temen saya yang belum ada apa2nya dibanding senior saya ini aja pernah dengan frontal nggak denger pendapat saya bahkan sok2an ignore notes bos saya dan berakhir di maki didepan umum. *ya abiss sotoy sih*

Eh tapi kurangnya senior ini juga banyak, selain kecendrungan menjadi judesnya luar biasa, orangnya panikan pula, jadi klo panik dia bbm semua orang dan selalu gini pembukanya

"PING"
"PING"
"ALoOO"
"PING"
"PING"

Hahahahaha alhamdulilah ya sesuatu nggak punya bb, dan pernah sih diteror pake whatsapp tapi kemudian pending berhari-hari tak terjawan. iyessss!

Bagaimanapun seneng deh masuk ke kantor romusha ini, walau kerjanya 4 kali lipet lebih capek, inspirasi saya buat belajar 10 kali lebih banyak.

Mulai menyangsikan susu si mama deh kalo begini, pdhl saya asi ampe umir 5 tahun loeh.....*pengakuan yg malu2in*
READ MORE - Bukan Maksud Menjilat

Reality Bites

Tadi pagi naik ojek langganan terus cerita-cerita....

"bapak hapenya ilang"
"iya neng, waktu anterin kakaknya ke gereja kayaknya jatuh dr kantong saya pas rem mendadak, saya sebulan ini udh nemu dua hape, yang terakhir malah blackberry itu neng yang banyak orang pake, semua saya balikin, giliran saya kenapa hape saya yang jelek gitu nggak dibalikin ya neng"
Saya tepuk punggungnya "ya udah lah bang belum rejeki nanti digantiin sama yang lain"

Terus tadi abis karaoke night sama jambul dan lutung pulang nebeng sampe cawang kan terus ada bapak2 naik motor sama anaknya, anaknya ngantuk banget sampe mau jatuh2 dipengangin papanya yang kenceng, nggak lama mamanya dateng, hari ini macet banget deh, analisa saya sih anaknya ikutan jemput mamanya, soalnya mamanya turun jembatan langsung elus dan cium anaknya bilang maaf ya macet banget.
Banyak rejeki ya, biar anaknya bisa sekolah tinggi dr kerja keras kalian. Amin

Sore2 feeling bisa pulang tanggo, tapi kok ya meeting kagak kelar-kelar, mulai cemas karena udah mengirimkan janji2 palsu, sampai kemudian bos besar ajak kita nebeng pulang, dan lalu bos tengah berkata "yuk pulang tapi besok masuk ya"
"Tertunduk lemas, kemudian mendongak menghadap langit, tak terasa hujan kemudian turun air mata mengalir dan berkata "ya nasib" heehehe
READ MORE - Reality Bites

Analisa Baby Face

Hari ini terjadi percakapan gini lagi

"Renta seangkatan ya sama ci*ra*

Temen gua ketawa tertohok, gua tertawa kesenengan.

Kemudian mikir panjang, baru kali ini lingkungan saya dikelilingi anak yang lebih muda-muda, biasanya saya selalu jadi anak paling kecil.

Di rumah, pas sekolah, sampe di kantor terakhir.

Kadang mikir, kenapa ya saya terus2an tebakan umurnya didiskon.

Kadang mikir apa karena saya berantakan (banget) rambut diuntel2, kemeja kusut, sepatu teplek, muka plain abis, ketawa suaranya congor, sering banget iseng ngeledek kemudian sok2 polos biar orang yg saya sindir nggak ngomel balik.

Karena konotasi anak kecil buat saya ya nggak jauh2 dr manja, invalid, nggak mau bertanggung jawab, kerjaannya cuma minta tolong terus, atau suka sok imut gitu klo ngomong.

Jadi klo disunat umurnya ampe 5 tahun tuh kadang mikir, sisi nggak dewasanya saya tuh dimana.

Saya berusaha seminim mungkin minta tolong sama orang, selalu berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri, saya nggak pernah manja ke orang bahkan papa mama saya sendiri, saya selalu bekerja keras untuk semua barang dan liburan yang saya beli, kenapa ya orang-orang terus bilang saya kayak anak kecil.

Satu2nya yang saya akui masih kayak anak2, saya keras kepala abis, semua harus sesuai isi kepala saya, klo ada yang belok dikit rasanya mau mencak2 aja bawaannya, sama satu lagi saya nggak mau kompromi sama orang.

Mungkin ini juga ada hubungannya sama sifat saya yang nggak pernah ngomingin mau kawin kali ya, jadi orang mikir saya kayak anak kecil nggak mau punya tanggung jawab, nggak mau punya komitmen yang butuh banyak menekan ego. Kayak anak smp mikirn hari kawinannya, kepikiran sih tapi masih jauh (banget)

Kalo saya belum mau kawin, kayak papa suka jahat gitu bilang, kamu tuh udah tua ren, berenti mikir diri kamu anak kecil. Dan saya jadi sedih...

Jauh di lubuk hati saya, saya kepengen selalu jadi anak kecilnya si mama dan si papa, dijagain, dilindungin, dipastiin hidupnya sejahtera selalu. Sampai saya sadar oh iya ya saya udah besar (umur ya bukan badan) harusnya saya yang gantian jaga mama papa saya.

Dan juga dunia ini bukan tempat yang baik buat anak kecil kayak saya, lebih suka dirumah dibilang cupu, nggak suka asap rokok dibilang nggak asik, suka ke gereja sama saat teduh dibilang sok alim, nggak pernah gosipin senior dibilang penjilat, mau temenan sama orang yang kita pernah naksir eh dia terus-terusan bahas hal yang dia sadar penuh bakal bikin hati kita sedih, padahal ngarep pun udah enggak.

Padahal saya udah ikutin semua yang diajarin orang tua saya, jujur, banyak berdoa, kerja keras, dan harus baik sama semua orang. Kayaknya semua niat baik saya seringan nggak berbuah manis.

Pelan2 pasti dunia kerja ini menggerus jiwa anak-anak saya pelan tapi pasti, saya sekarang belajar benci sama orang, belajar cari aman klo lg kepepet di kerjaan, belajar boong klo tau bakalan dimarahin klo saya jujur, belajar sok ramah sama orang yang saya benci, belajar muka senyum cemerlang balik badan langsung sumpah serapah.

Suatu hari nggak ada lagi saya yang ini, yang sayang sama semua temennya kayak saudaranya sendiri, yang suka sekali denger masalah orang dan sok2 kasih solusi, nggak akan jadi orang yang menilai semua orang pada dasarnya baik, akan jadi saya yang baru, yang cuma perduli soal harta, kuasa, dan prestise.

Saya akan belajar menjadi orang dewasa, karena dunia nggak pernah ramah sama anak kecil. Saya akan belajar individualis, kejam, dan berhubungan sama orang secara profesional semata, dan belajar kalau nggak semua orang perlu kita perlakukan baik.

Capek ah baik sama semua orang, mulai sekarang pikirin aja urusan saya sendiri, sampai saatnya nanti tingkah laku, cara bicara dan pembawaan, akan mencerminkan umur asli dengan sendirinya.

Awet muda itu kebanggaan, tapi selalu dibilang kayak anak kecil itu memalukan.
READ MORE - Analisa Baby Face

Judulnya Nggak Sempet

Bener kata mbak nay, kadang manusia itu paling nggak tau apa berharganya punya waktu.

Udah berapa hari coba saya nggak blogging, apa cuma 3 hari, tapi menurut saya itu rekor loeh, orang pelampiasan saya sekarang ya pas lagi nunggu bus, nunggu tebengan, nunggu makanan, nunggu makanan nyemplung ke kloset, euhhh.....

Kesel deh cuma libur hari minggu, main ama ponakan aja udah nggak sempet, mau jalan udah kalah sama penyakit malas please let me close my eyes 5 menit lagi, trus yang paling bikin capek ati, bukan senior, bukan lemburan, tapi asli seminggu ngelangsa ngejar 5 orang accounting bolak-balik minta data semua bilang "on progress" masya allah mentang2 saya cantik super gini jadi kepengen ketemu dan diocehin saya tiap hari apa.

Speaking2 soal nggak sempet, paling merana lagi, mau liburan yang sekali seumur hidup, eh tapi nggak sempet browsing. Nggak sempet blogging, browsing, bahkan blogwalking pun nggak sempet. Nggak kaget gua klo tiba2 mendadak temen gua udah lahiran. *ini kisah nyata sabtu bangun terkaget inget temen mau melahirkan langsung telepon blg "lu udh blg ke gua lu ngelahirin belom ya?" dan ternyata gua cuma mimpi....hihihi....kelakuan.....

Eh btw kemaren di gereja, bagus sekali deh khotbahnya.....

Walau postingnya ngatul ngidul biarin dah klo kagak suka nggak usah baca *mendadak ganas*

Jadi gini, kata pendetanya, manusia karena tahu Tuhan super, selalu mikir kalo Tuhan sayang dikasih pacar seganteng pacar saya *muahahahahaha* klo Tuhan sayang sama saya dikasih kerjaan pulang jam 3 gaji 2 digit dapet allowance liburan cap cip cup sebulan sekali, klo atihan sayang saya kuah babi mie babi nasi goreng merah babi kagak pake olah raga tiga kali sehari badan tetep ramping singset kayak badan saya *muahahahahaha*

Terus pendetanya bilang, dulu waktu dia sekolah ke amerika, dia cari jalan, dia jalan hampir 4 jam bus cari alamat, sampai kemudian baru dibilangin klo jalan yang dia lewatin itu rawan, banyak gangsternya, secara pendeta saya chinese kecil perawakan dan lagi bawa harta benda banyak buat sekolah setahun ke depan.

Sampai kemudian, pas baptis ada anak yang mamanya kena kanker, dia cuma bisa duduk gitu nggak bs berlutut bareng anaknya.

Merebes lah pas anaknya nyanyi soal mujizat2....

I know blog ini dimulai dengan mengeluh tapi saya jadi kepengen me list kebaikan Tuhan yang nampak kecil dimata saya tapi besar artinya klo dipikir-pikir....

Mama papa saya sehat
Kakak saya semua akur dan hebat2
Teman2 saya menyenangkan
Bisa liburan meski jebol tabungan
Punya ponakan lucu
Bisa beli sepatu tas dompet baru
Dikasih panjang umur
Boleh makan babi dan nggak usah puasa
Pinter banget compare harga sampe bisa dapet banyak barang murah yang nggak disangka-sangka
Punya selera humor yang bagus

Apalagi ya, hahahaha memang paling susah deh klo bikin list sukur gampangan list mengeluh.....

Walau orang sekarang stigma saya banyak uang karena keceplosan bilang mau liburan ke destinasi selanjutnya, yang penting Tuhan tahu, semua kerja keras saya, dan Tuhan tahu semua uang yang saya pake bersenang-senang saya peroleh dengan cara bener.

Kangen sore2 bs nongkrong lama2, kangen jumat malem masih bisa jalan-jalan pulang kantor, kangen bs cium2 anya dan temenin nonton barney, kangen makan makanan mama pulang kantor, kangen makan sushi ama teman2, kangen karaoke, kangen tidur siang lama ampe ileran.....

Waktu waktu waktu ayo kita main bareng lagi......*kemudian galau*
READ MORE - Judulnya Nggak Sempet

Lucky Me

Semakin besar semakin sadar kalau dari hidup saya makin banyak hal yang membuat saya bersyukur....

Entah kenapa ya, detik-detik ulang tahun tahun ini rasanya beda banget sama tahun-tahun kemaren. Saya termasuk tipe orang yang nggak begitu perduli dengan ulang tahun sungguh deh. Tapi tahun ini beda....

Kenapa beda....

Karena cita-cita saya mau sekolah lagi gagal, padahal surat-suratnya udah saya urus dengan hebohnya.....Tapi peristiwa resign itu kayaknya membuat pengalaman hidup saya kaya tiba-tiba....

Waktu kepengen resign sebenernya faktornya banyak, tapi terus terang pencetus nomor satu yang buat saya paling kecewa adalah kasus bercandaan di kartu farewell temen saya berujung pemecatan temen saya.

Papa mama selalu bilang, jadi orang harus mandiri, nggak boleh nyusahin orang lain.

Saya suka iseng dan ngeledek orang, sungguh, tapi seiseng apapun saya saya nggak pernah put someone life in jeopardy, setahun lalu nggak bisa berenti nangis di kamar mandi karena pikiran pendek saya yang cuma mikir lucu kali ya klo bos saya ikutan tandatangan jadi bisa diinget-inget nanti pas udah resign.

Saya bolak-balik minta maap mereka sih bilangnya nggak apa-apa. Tapi selamanya saya nggak akan lupa klo terkadang niat baik nggak selamanya hasilnya baik.

Saya nangis terus sampe mama papa saya bingung, saya terus bilang saya mau resign dulu, either buka toko either sekolah lagi.

Lagi-lagi beruntung punya papa straight forward dan tegas, dia tanya detail mau sekolah dimana, lulus mau jadi apa, buat kemana, mau dibuat apa itu ijasah. Terus dengan kasarnya bilang "Gua cari duit bukan berarti kalian bisa seenaknya minta terus duit gua karena males kerja, memang klo sekolah lagi nanti lgs dpt kerjaan lbh bagus, memang klo pindah kerja nanti kantornya ada masalah lagi mau resign lagi"

Sedih banget rasanya, tapi kemudian teman-teman tempat bercerita menghibur saya dengan 2 kali perayaan ulang tahun.

Perayaannya biasa aja, cuma bagaimana cara mereka menyemangati saya secara nggak langsung bikin saya berpikir, nggak boleh sedih-sedih banyak orang yang mendoakan kebahagiaan saya, saya inget pas toup lilin temen saya bilang ayo make a wish, disuruh make a wish jodoh, saya tetep ngotot mudah2an saya cepet dapet kerjaan baru.

Nggak lama dapet bener kerjaan baru, kerjaan terburuk yang pernah saya bayangkan, tidak sejahtera, memaksa saya tidak jujur, persaingan tidak sehat, nggak ada temen diskusi. Like I said the worst job I ever meet.

Suatu hari saya dapet panggilan kerja di salah satu LSM. Dari dulu saya berpikir kalau saya orang yang dangat idealis. Saya semangat banget pas dipanggil, heboh cerita ke semua orang, sampai video gambaran pekerjaan voulenteer di jabarkan.

Daerahnya benar-benar terpencil, ongkos pulang cuma dikasih setelah 2 tahun kerja, gajinya nggak besar, dan yang paling parah, saya nggak boleh punya ego sama sekali, saya harus rela meninggalkan semua yang ada disini dan melayani orang.

Saya manusia yang selalu merasa dirinya bekerja bukan untuk uang, kemudian menemukan bahwa dirinya sama matrenya sama orang-orang, sama egoisnya sama orang-orang, saya nggak siap jauh dari orang tua saya berbulan-bulan, saya nggak siap hidup pas-pasan event pekerjaanny mulia banget ngajar anak-anak kecil, saya itu cupu, saya nggak sekeren yang saya bayangkan, saya memang bekerja untuk uang bukan untuk berkarya.

Udah hopeless, nangis-nangis, karena dulu waktu resign saya cuma simple banget doanya "mau pindah ke kantor yang tidak membuat saya melanggatr nilai-nilai hidup saya sendiri"
Saya nggak minta jabatan tinggi, saya nggak minta gaji selangit, saya cuma minta kantor yang jujur. Titik....

Saya menyerahkan surat resigntanpa memberitahu satupun anggota keluarga saya, lihat mama papa hati saya merasa bersalah, karena saya nggak tahan konfrontasi lagi menjelaskan ke mereka, saya nggak kuat lagi berantem lagi tiap hari.

Waktu saya suka ijin buat cari kerja, mama papa suka melihat saya dengan muka kasian, tiap pagi mata bengkak mereka liat cuma mereka diem aja, saya nggak tau mau ngomong sama siapa. Saya takut banget saat itu. Masa depan tiba-tiba suram yang dikangenin tiap malem cuma working paper. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

One lead to another, apa yang sudah saya lepaskan dengan emosional, kembali lagi ke saya, tiap tes ngak berhenti sakit perut, nangis2 ym kirun, gimana klo Tuhan cuma mau melakukan make sure dia yang terakhir, kalau gua memang nggak ditakdirkan kerja di profesi ini.

Nggak banyak ngarep, bahkan berdoa pun nggak berani bilang suruh terima, doanya klo Tuhan mau saya gagal lagi jadikan saya kuat. Itu doang....

Waktu saya keterima, saya memandang banyak hal dengan berbeda. Belajar kalau hal buruk kadang diberikan buat kita lebih bersyukur.

Perkutatan 4 tahun tertunda juga bikin saya sadar mental saya yang dulu pasti nggak akan kuat barang seminggu di kantor ini, yang orang-orangnya apatis, individualis, dan nggak ada ramah-ramahnya.

Kadang suka nangis di kamar mandi klo ngajak orang discuss, orangnya udah remehin duluan pendapat saya, bahkan temen saya yang udah bener-bener senior aja selalu menghormati pola pikir saya, seumur hidup say nggak pernah diremehin sama orang. Baru kali ini rasanya putus asa karena keburu diremehin.

Semua nggak berjalan lancar, sampe sekarang masalah hidup saya banyak. Tapi saya yang sekarang jauh lebih dewasa dari saya setahun lalu.

Teman saya di kantor ini suka bilang, muka saya muda banget kayak anak kelahiran 1990. Tapi saya yang sekarang jauh lebih dewasa dalam menyelesaikan masalah. Saya mungkin kadang masih suka nangis karena capek.

Tapi saya jauh lebih kuat, jauh lebih judes (faktor kurang tidur), jauh lebih realistis, jauh lebih menghargai orang.

Time table saya sekarang awut-awutan, saya bener-bener nggak kepengen mulai dari 0 lagi tadinya, tapi pindah kantor lagi ini bikin rencana saya banyak berubah.

Walau muka lempeng bak tol tapi saya sebenernya diam-diam suka bikin target hidup.

Yang jelas diusia 27 saya nggak mungkin sekolah lagi. Tapi banyak sekali list yang udah bersliweran di kepala.

Satu hal yang saya pelajari, saya belajar kalau saya anak yang beruntung, Tuhan kasih kesempatan saya liat dunia nyata yang selama ini saya pikir cuma bisa-bisanya orang ngarang, saya dipisahkan sama teman-teman saya biar saya bisa lebih mandiri dalam mengambil keputusan, dan keluarga yang keras dan straight forward yang bikin saya nggak klemar-klemer jadi orang.

Katanya orang semakin dewasa cobaannya makin kompleks, klo 26 aja udah jelimet, saya mikir surprise apa yang mau dikasih Tuhan buat say untuk tes lagi tingkat kedewasaan saya.

Saya tau saya jauh tertinggal, tapi katanya ya lebih baik mulai terlambat daripada tidak memulai sama sekali.

Kemaren sempet mau resign banget, terus saya mimpi lupa temen saya yang mana, pokoknya banyak, semua ngomel bilang, nggak boleh nyerah pasti lu bisa. Aneh banget pokokny deh.....

Kadang mikir, orang itu memang harus dihajar baru di dunianya kenal kosakata "bersyukur"

I'm such a lucky bastard....;D
READ MORE - Lucky Me