Saat kata durhaka menemukan padanan arti yang baru
Anak durhaka adalah anak yang setelah dewasa dan bekerja tapi tidak bisa membuat orang tuanya bahagia
Waktu temen saya kesini, kita ngobrol panjang cerita soal orang tua kita masing-masing....Dia cerita soal papanya yang kayaknya lagi akil balik tahap dua, kerjaannya minta dibeliin mobil bagus, jadilah anak-anaknya disuruh patungan beli itu mobil, mulai dari sedan harga sedeng sampai kemudian sekarang minta mobil eropa yang gila banget harganya.
Anaknya bilang buat apa mobil dua-dua kalau mau ya udah tuker tambah, trus bapaknya ngomel-ngomel bilang anaknya pelit perhitungan sama orang tua sendiri.
Temen saya bilang, gua sayang si sama bokap gua, tapi meski gaji gua besar, gua kan juga punya cita-cita buat masa depan gua, kepengen punya rumah juga, kepengen punya tabungan, trus ini mobil barang yang paling nggak ada harganya....
Terus tiba-tiba hati saya miris inget papa dan sejarah pembelian mobil....
Papa saya itu mungkin satu dari segelintir laki-laki yang membeli gadget dari fungsinya bukan prestisenya.
Mau beli barang apapun yang mahal dia pasti minta pendapat anak-anaknya, kali ini dia mau beli barang mahal kita semua mendukung mau dia jungkir balik keliling dunia pakai eksekutif class juga boleh, dia udah kerja dari umur 15 tahun, why he can not enjoy it, all the money he earn with his own hand.
Tapi instead eksekusi apa yang dia mau, dia malah makin pikir-pikir, terus malah ojlok2in kita beli properti bantuin dpnya biar nanti bisa punya properti sendiri, punya tabungan masa depan.
Dia terus-terusan mau habisin tabungannnya cuma buat kita, nggak mau menikmati buat dirinya sendiri. Dan instead bikin kita seneng, kita rasanya jadi makin bersalah, bukannya kita nggak mau nikah, tapi memang belum bisa nikah, papa terus2an anggap tanggung jawabnya nggak akan putus untuk kasih makan anak-anaknya dengan semua peluh keringet dia sampai anaknya bener-bener nikah.
Yang makin sedih ya, after he buy this house for my sister, semua orang itu rame-rame mikir dia banyak duit, datanglah kerabat minta duit, iya minta bukan pinjem, mulai dari mau beli motor sampai beli rumah, kalau urusannya sakit atau sekolah saya masih rela, tapi kalau urusan materi tuh rasanya saya mau narah deh.
Mereka tahu nggak papa saya tiap hari marah karena gang rumah saya semakin sempit tapi nggak berdaya mau pindah rumah karena dia takut nanti tabungannya nggak cukup buat ditinggalin ke anak-anaknya kelak, mereka tau nggak papa saya harus ngalemin mobilnya mati mesin karena nggak mau beli mobil baru, rasanya marah sama diri sendiri, kenapa sih jadi anak bego banget nyari jodoh yang baik aja nggak bisa-bisa sekalinya dapet cuma bisa bikin sedih orang tua, kenapa sih di kantor harus looser banget orang gajinya udah pada berapa gaji lu cuma segitu doang, kenapa sih jadi anak tuh cuma bawa beban orang tua nggak bisa dibanggain sama sekali.
Dengan matinya si mobil soluna hari ini, membawa tekad baru buat saya hari ini, I think I'll buy this car to replace the soluna, meski saya lebih suka naik transportasi umum, tapi setidaknya papa bisa menikmatinya, walau pas saya beli pasti dia lebih banyak keluar duit, tapi mungkin ini waktunya saya menanggalkan semua kenikmatan saya bekerja keras buat kesenangan orang tua saya, sama seperti orang tua saya yang meninggalkan semua kesenangannya demi anak-anaknya.
Mama Papa
Maaf ya anakmu ini bodoh sampai sekarang cuma jadi bawahan gaji nggak seberapa jadi belum bisa ajak keliling dunia
Maaf ya anakmu ini nggak tumbuh jadi anak yang cantik dan menarik jadi bisa berjodoh dengan orang b*tak yang baik
Maaf ya anakmu ini jiwanya anak-anak terus jadi kalian merasa harus terus jaga kita sampai kita bisa mandiri
Saya nggak pernah berpikir bahwa membahagiakan orang tua adalah tugas yang sangat sulit, tapi saya akan terus berusaha, tangan-tangan kecil ini sudah menjadi tangan yang dewasa, sudah waktunya saya yang menggendong kalian berdua di punggung saya, dan membiarkan kalian berdua bersender di pundak saya saat kalian merasa lelah.
Jangan kuatir soal masa depan kita pa, contoh perbuatan baik dan integritas, pendidikan, keluarga yang menyenangkan ini sudah lebih dari cukup menjamin masa depan kami pasti baik. We don't need your money, we might not be the best but we will never let you down. We promise.
READ MORE - Anak Durhaka
Anak durhaka adalah anak yang setelah dewasa dan bekerja tapi tidak bisa membuat orang tuanya bahagia
Waktu temen saya kesini, kita ngobrol panjang cerita soal orang tua kita masing-masing....Dia cerita soal papanya yang kayaknya lagi akil balik tahap dua, kerjaannya minta dibeliin mobil bagus, jadilah anak-anaknya disuruh patungan beli itu mobil, mulai dari sedan harga sedeng sampai kemudian sekarang minta mobil eropa yang gila banget harganya.
Anaknya bilang buat apa mobil dua-dua kalau mau ya udah tuker tambah, trus bapaknya ngomel-ngomel bilang anaknya pelit perhitungan sama orang tua sendiri.
Temen saya bilang, gua sayang si sama bokap gua, tapi meski gaji gua besar, gua kan juga punya cita-cita buat masa depan gua, kepengen punya rumah juga, kepengen punya tabungan, trus ini mobil barang yang paling nggak ada harganya....
Terus tiba-tiba hati saya miris inget papa dan sejarah pembelian mobil....
Papa saya itu mungkin satu dari segelintir laki-laki yang membeli gadget dari fungsinya bukan prestisenya.
Mau beli barang apapun yang mahal dia pasti minta pendapat anak-anaknya, kali ini dia mau beli barang mahal kita semua mendukung mau dia jungkir balik keliling dunia pakai eksekutif class juga boleh, dia udah kerja dari umur 15 tahun, why he can not enjoy it, all the money he earn with his own hand.
Tapi instead eksekusi apa yang dia mau, dia malah makin pikir-pikir, terus malah ojlok2in kita beli properti bantuin dpnya biar nanti bisa punya properti sendiri, punya tabungan masa depan.
Dia terus-terusan mau habisin tabungannnya cuma buat kita, nggak mau menikmati buat dirinya sendiri. Dan instead bikin kita seneng, kita rasanya jadi makin bersalah, bukannya kita nggak mau nikah, tapi memang belum bisa nikah, papa terus2an anggap tanggung jawabnya nggak akan putus untuk kasih makan anak-anaknya dengan semua peluh keringet dia sampai anaknya bener-bener nikah.
Yang makin sedih ya, after he buy this house for my sister, semua orang itu rame-rame mikir dia banyak duit, datanglah kerabat minta duit, iya minta bukan pinjem, mulai dari mau beli motor sampai beli rumah, kalau urusannya sakit atau sekolah saya masih rela, tapi kalau urusan materi tuh rasanya saya mau narah deh.
Mereka tahu nggak papa saya tiap hari marah karena gang rumah saya semakin sempit tapi nggak berdaya mau pindah rumah karena dia takut nanti tabungannya nggak cukup buat ditinggalin ke anak-anaknya kelak, mereka tau nggak papa saya harus ngalemin mobilnya mati mesin karena nggak mau beli mobil baru, rasanya marah sama diri sendiri, kenapa sih jadi anak bego banget nyari jodoh yang baik aja nggak bisa-bisa sekalinya dapet cuma bisa bikin sedih orang tua, kenapa sih di kantor harus looser banget orang gajinya udah pada berapa gaji lu cuma segitu doang, kenapa sih jadi anak tuh cuma bawa beban orang tua nggak bisa dibanggain sama sekali.
Dengan matinya si mobil soluna hari ini, membawa tekad baru buat saya hari ini, I think I'll buy this car to replace the soluna, meski saya lebih suka naik transportasi umum, tapi setidaknya papa bisa menikmatinya, walau pas saya beli pasti dia lebih banyak keluar duit, tapi mungkin ini waktunya saya menanggalkan semua kenikmatan saya bekerja keras buat kesenangan orang tua saya, sama seperti orang tua saya yang meninggalkan semua kesenangannya demi anak-anaknya.
Mama Papa
Maaf ya anakmu ini bodoh sampai sekarang cuma jadi bawahan gaji nggak seberapa jadi belum bisa ajak keliling dunia
Maaf ya anakmu ini nggak tumbuh jadi anak yang cantik dan menarik jadi bisa berjodoh dengan orang b*tak yang baik
Maaf ya anakmu ini jiwanya anak-anak terus jadi kalian merasa harus terus jaga kita sampai kita bisa mandiri
Saya nggak pernah berpikir bahwa membahagiakan orang tua adalah tugas yang sangat sulit, tapi saya akan terus berusaha, tangan-tangan kecil ini sudah menjadi tangan yang dewasa, sudah waktunya saya yang menggendong kalian berdua di punggung saya, dan membiarkan kalian berdua bersender di pundak saya saat kalian merasa lelah.
Jangan kuatir soal masa depan kita pa, contoh perbuatan baik dan integritas, pendidikan, keluarga yang menyenangkan ini sudah lebih dari cukup menjamin masa depan kami pasti baik. We don't need your money, we might not be the best but we will never let you down. We promise.




